Kisah Ipad Haedar Nashir yang ‘Pergi’ ke Malang dan Kembali dengan Selamat

13 hours ago 4
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir.

Fajar.co.id, Yogyakarta -- Prof Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kehilangan iPad mini-nya di kereta api Gajayana pada Selasa dini hari, 10 Februari 2026.

Perangkat yang penuh data penting itu tertinggal setelah ia tertidur dalam perjalanan dari Gambir ke Yogyakarta.

Kesadaran yang Datang Belakangan

Semuanya terasa normal saat turun di Stasiun Tugu Yogyakarta pukul 01.24 WIB. Baru setelah menempuh sepertiga perjalanan pulang, ia tersentak. iPad mini andalannya untuk mengetik tak ada di tas.

Ingin kembali ke stasiun? Mustahil. Kereta sudah lama berangkat. Langkah pertama yang dilakukan adalah melapor, dibantu oleh rekan dari Medkom PP Muhammadiyah, Mas Ratmoyo.

Petugas di stasiun merespons dengan sigap. Mereka menanyai detail barang: jenis, warna, casing, bahkan nomor seat. Tapi yang bikin waswas bukan soal bendanya. Isinyalah yang bikin hati risau. Banyak data dan dokumen penting tersimpan di dalam, terutama bahan-bahan tulisan dan kuliah.

Malam yang Melelahkan di Gerbong Kereta

Semuanya berawal di Stasiun Gambir, pukul 18.50 WIB. Naik kereta, Haedar langsung mengeluarkan iPad kesayangannya. Agenda malam itu adalah menyiapkan bahan kuliah untuk mahasiswa S3 Prodi Politik Islam UMY esok harinya. Selesai mengetik, kantuk yang tak tertahankan menerpa. Kelelahan seharian beraktivitas membuatnya terlelap. Bahkan saat kereta sampai Purwokerto pun ia tak terbangun.

Ia baru sadar ketika kereta mendekati Yogyakarta. Rupanya, iPad itu terjatuh di pinggiran tempat duduk. Dalam kondisi masih setengah tidur dan buru-buru turun, benda kecil itu pun terlupakan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |