BPJS Kesehatan
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ratusan peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) memadati Mal Pelayanan Publik (MPP) Balai Kota Yogyakarta, pada Senin (9/2/2026) kemarin.
Mereka datang untuk mengurus reaktivasi kepesertaan yang mendadak dinonaktifkan.
Potret antrean panjang itu terlihat dalam video yang diunggah akun @pandanganjogja dan ramai diperbincangkan warganet.
Di antara warga yang datang, terdapat pasangan suami istri lanjut usia, Agus Suwanto dan Sri Endah. Keduanya ikut terdampak penonaktifan status BPJS Kesehatan.
Menunggu Selama Berjam-jam
Kabarnya, saat tiba di lokasi pelayanan, nomor antrean sudah menyentuh angka 317.
Artinya, mereka harus bersiap menunggu berjam-jam sebelum mendapat giliran.
Bawa Bekal Nasi dan Telur Ceplok
Menyadari waktu tunggu yang panjang, Agus dan Endah memilih membawa bekal sederhana dari rumah.
Bukan makanan mewah, hanya telur ceplok agar tidak perlu membeli makanan di luar.
"Daripada jajan-jajan, dari tadi yasudah saya bikinin telur ceplok, itu aja yang simpel," ujar Agus dikutip fajar.co.id, Kamis (12/2/2026).
Dalam video tersebut dijelaskan, kondisi kesehatan keduanya memang membutuhkan perhatian serius.
Agus memiliki riwayat penyakit paru yang mengharuskannya kontrol rutin ke fasilitas kesehatan.
Sementara itu, Sri Endah harus menjalani suntik insulin setiap hari untuk mengendalikan penyakit diabetes yang dideritanya.
"Nggak dapat kan, insulin kan mahal," kata Endah.
Sempat Cemas Dapat Kabar BPJS-nya Nonaktif
Ia mengaku baru mengetahui status BPJS-nya nonaktif dari sang anak. Informasi itu membuatnya cemas, terlebih kondisi ekonomi keluarga mereka tergolong pas-pasan.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4949345/original/036688600_1726886704-upset-asian-couple-sit-couch-living-room.jpg)


