Ahmad Ali
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Dinamika menuju Pilpres 2029 mulai menghangat. Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, secara blak-blakan menyebut peta politik ke depan akan sangat terbuka, bahkan bagi figur-figur yang saat ini berada dalam satu barisan.
Dikatakan Ahmad Ali, dalam kontestasi politik lima tahunan, siapa pun berpotensi menjadi lawan, termasuk tokoh-tokoh besar.
“Semua orang akan berpotensi menjadi lawan. Pak Prabowo pasti akan begitu juga kok,” ujar Ahmad Ali dikutip fajar.co.id darin podcast Total Politik, Kamis (12/2/2026).
Ia menegaskan, ketika seseorang sudah menentukan pasangan politiknya, maka otomatis harus siap berhadapan dengan kekuatan lain.
“Iya, harus seperti itu kan. Ketika dia memilih Gibran sekalipun dia juga akan berhadapan dengan AHY, SBY, pasti itu,” ucapnya.
AHY Kemungkinan Tidak Lagi Dukung Prabowo-Gibran
Politikus kelahiran Palu ini bahkan meragukan kemungkinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali merapat jika Prabowo-Gibran kembali maju pada 2029.
“Masa iya, kemarin saja karena kecelakaan aja kan? Memang sejak awal mendukung Prabowo-Gibran? Kan nda kan?,” ucapnya.
Ia menyebut dukungan AHY pada Pilpres sebelumnya bukanlah sikap politik yang sejak awal terbangun.
“Iya (bola muntah aja) setelah tereliminasi, mas Anies tidak mengambil dia baru mulai nyeberang ke sana,” lanjutnya.
Saat ditanya apakah AHY akan kembali bergabung jika Prabowo-Gibran jilid dua benar-benar berlayar, Ahmad Ali menjawab tegas.
“Nda mungkin mau gabung,” tandasnya.
Ahmad Ali Memasak
Pernyataan tersebut langsung memantik respons di ruang publik. Pegiat media sosial yang dikenal aktif mengomentari isu politik, Eko Widodo, turut menanggapi pernyataan Ahmad Ali.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4949345/original/036688600_1726886704-upset-asian-couple-sit-couch-living-room.jpg)


