Pedagang Sayur Ditampar Pria Ngaku Aparat, Kapolres Bantaeng: Bendera One Piece Boleh, tapi Merah Putih Tetap Nomor Satu

3 weeks ago 12
Sebuah video viral di media sosial memicu kemarahan warganet. Seorang pedagang sayur bernama Pardi, asal Kabupaten Bantaeng, diduga menjadi korban intimidasi dan penganiayaan oleh seorang pria berbaju kuning yang mengaku sebagai aparat.

FAJAR.CO.ID, BANTAENG -- Kapolres Bantaeng, AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, menegaskan, tidak ada pelarangan bagi masyarakat dalam mengibarkan bendera One Piece.

Hal ini diungkapkan Pras usai viral seorang pedagang di Pasar Bantaeng bernama Pardi menjadi korban intimidasi dan penganiayaan oleh pria yang mengaku aparat.

Penegasan Pras juga senada dengan pernyataan Presiden Prabowo usai heboh terkait pengibaran bendera One Piece disandingkan dengan bendera merah putih.

Prabowo, tidak menjadikan sebuah masalah jika bendera anime tersebut dikibarkan. Dengan catatan, tidak dibenturkan dengan bendera merah putih.

"Ga ada (instruksi pimpinan melarang warga mengibarkan bendera One Piece) mas," tegas Pras kepada fajar.co.id, Kamis (7/8/2025) malam.

Melihat Agustus ini dalam momen perayaan hari kemerdekaan, Pras mengajak kepada masyarakat Bantaeng secara khusus untuk ikut mengibarkan bendera merah putih.

"Karena ini momennya dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-80, saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat terutama di kabupaten bantaeng untuk bisa menyemarakan dengan cara mengibarkan bendera merah putih," imbuhnya.

Kata Pras, dengan mengibarkan bendera pusaka, maka bisa menumbuhkan rasa cinta masyarakat kepada Indonesia lebih pesat lagi.

"Kebanggaan sebagai warga negara RI, mempererat persatuan dan kesatuan Bangsa, menghargai dan menghormati jasa para pahlawan," Pras menuturkan.

Tambahnya, dengan mengibarkan bendera merah putih juga bisa menggelorakan semangat kemerdekaan dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |