Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio memberi usul pada PDIP agar memperhitungkan Megawati Soekarnoputri diusung di Pemlihan Presiden (Pilpres) 2029.
Jika jalan itu ditempuh, pria yang karib disapa Hensat itu menilainya akan mengejutkan. Ketimbang opsi lain seperti Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
“Akan jadi mengejutkan bila nanti tiba-tiba PDI Perjuangan mencalonkan Megawati Soekarnoputri, mungkin saja ia dicalonkan karena faktor perhelatan panggung terakhir Megawati," kata Hensa dikutip Sabtu (12/2/2026).
Sebagai Ketua Umum PDIP, menurutnya Mega bukan sekadar simbol. Presiden ke-5 itu diyakini masih punya daya tarik politik.
Menurutnya, ada berbagai keuntungan bagi PDIP jika mengusung Mega. Terutama efek ekor jas.
Selain berpengaruh ke partai, juga akan mengubah konstalasi Pilpres. Mengingat kemungkinan akan berhadapan dengan Prabowo Subianto.
“Karena Prabowo akhirnya juga punya lawan, dan selama ini hubungan mereka juga baik walaupun terkesan Megawati oposisi, tapi coattail effect buat PDI Perjuangan-nya itu besar banget," jelasnya.
Dia menjelaskan, pedukung Mega di tapak besar. Sehingga jika maju di Pilpres, akan menjadi magnet pula untuk suara partai.
“Kalau buat simpatisan, kader, pendukung PDI Perjuangan, Megawati ini gede banget dukungannya. Jadi kalau dia maju pasti coattail effect PDI Perjuangannya juga naik,” jelas Hensa.
Meski demikian, dia tak menampik peluang Mega tak sebesar Prabowo jika bertarung. Mengingat Prabowo sebagai petahana.
"Memang kalau lawan Pak Prabowo ini, memang sulit dikalahkan karena dia petahana dan sejauh ini belum ada petahana yang kalah dalam Pemilu kita sejak 2004," terang Hensa.
Namun menurutnya, yang perlu dipertimbangkan adalah efeknya ke partai.
"Tapi untuk coattail effect PDI Perjuangan, harus Megawati Soekarnoputri. Karena kalau enggak Bu Mega, ini bisa jadi kalah sama Gerindra nanti, putus rekor mereka di Pileg yang sudah hattrick," tegasnya.
Kalkulasi Hensa, Partai Gerindra akan meggenjot suara mereka di Pemilihan Legislatif (Pileg). Sehingga mampu menggeser PDIP sebagai pemenang Pileg.
Jika Mega diusung, dia meyakini ambisi Gerindra menggeser PDIP tak akan mudah.
“Saya menduga Gerindra akan genjot kenceng pileg ini, angka sekitar 35% di 2029 itu menurut saya enggak mustahil buat ditembus oleh Gerindra," pungkas Hensa.
(Arya/Fajar)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4949345/original/036688600_1726886704-upset-asian-couple-sit-couch-living-room.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454056/original/015229200_1766547906-Depositphotos_782894422_XL.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5328749/original/063853200_1756266193-Depositphotos_557968310_XL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5078834/original/053198600_1736145412-Snapinsta.app_472764086_594485743344386_219401360653937722_n_1080.jpg)