Penguatan Desa Lewat KDMP Gowa: Dorong Kemandirian dan Perputaran Ekonomi Lokal

8 hours ago 4
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Bone, Kecamatan Bajeng.

FAJAR.CO.ID, GOWA - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Bone, Kecamatan Bajeng, Gowa, Sulawesi Selatan, kini menjadi contoh nyata penguatan ekonomi desa yang mampu mendorong kemandirian masyarakat dan meningkatkan perputaran ekonomi lokal.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa keberadaan koperasi desa membuka peluang bagi warga untuk terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi di desa mereka sendiri.

"Kalau koperasi desa berjalan baik, perputaran ekonomi bisa tinggal di desa. Itu yang kita dorong agar masyarakat mendapatkan manfaat langsung," katanya saat mendampingi kunjungan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, pada Sabtu (21/2) di KDMP Desa Bone.

Lebih lanjut, Bupati Talenrang berharap koperasi ini dapat menjadi ruang tumbuh usaha masyarakat desa, mulai dari distribusi barang hingga penguatan usaha kecil.

Peran Strategis KDMP dalam Rantai Pasok Ekonomi Nasional

Wakil Menteri Dzulfikar Ahmad Tawalla meninjau langsung perkembangan KDMP dan mengapresiasi percepatan pembentukan koperasi ini sebagai salah satu yang tercepat di Sulawesi Selatan.

"Dalam dua kali kunjungan, progresnya sangat baik. Inisiasi Koperasi Merah Putih di Desa Bone menjadi salah satu yang pertama tuntas di Sulawesi Selatan," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa koperasi desa memegang posisi penting dalam rantai pasok ekonomi nasional, yang selama ini didominasi oleh perusahaan besar sementara desa hanya menjadi konsumen.

"Nilai bisnis rantai pasok di Indonesia mencapai sekitar dua ribu triliun rupiah. Kita ingin masyarakat desa ikut mengambil bagian dari perputaran ekonomi itu," bebernya.

Inovasi Kedai Dusun Merah Putih untuk Memperkuat Jaringan Ekonomi Lokal

Untuk memperkuat jaringan koperasi, rencana pembentukan Kedai Dusun Merah Putih di enam dusun di Desa Bone juga tengah digagas. Kedai ini akan berfungsi sebagai unit distribusi yang terhubung langsung dengan koperasi desa sebagai pusat pengelolaan.

Model ini diharapkan membuat koperasi tidak hanya berperan sebagai lembaga administrasi, tetapi juga sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi di tingkat dusun.

Sementara itu, Camat Bajeng beserta Tripika Kecamatan Bajeng turut hadir mendampingi kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan koperasi desa. (*)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |