
Fajar.co.id, Jakarta -- Demi besar-besaran yang terjadi di depan gedung DPR RI mendapat respons dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu.
"Analisis saya terhadap demo hari ini (25 Agustus 2025): 1) fakta : massa cukup banyak dan militan padahal koordinator massanya tidak jelas, serta disiarkan langsung oleh TV dan media mainstream," tulis Didu melansir cuitan di akun media sosialnya.
Kedua, kata dia, dugaan penggerak. banyak pihak yang menduga bahwa demo ini digerakkan oleh Geng Solo dan Oligarki untuk menjatuhkan Prabowo.
"Ketiga, dugaan saya, perlu diwaspadai jika yang turun demo tersebu adalah organik dari rakyat dan media yang sudah muak dengan kelakuan elit dalam mengelola negara ini yang tidak ada lagi empati kepada penderitaan rakyat," sambungnya.
Ada pun, media yang menyiarkan bisa juga karena media mulai bosan dengan kebohongan-kebohongan politik dan sikap hedonis pemimpin.
"Jika ini yang terjadi dan pemimpin tidak peka maka bisa jadi potensi kemarahan rakyat yang tidak terkendali," urai Said Didu.
Mantan anggota DPR RI ini pun berharap ada perubahan sikap dari para elite atas demo besar-besaran kemarin.
"Berharap ada perubahan sikap para elite," tutupnya. (sam/fajar)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: