Fimela.com, Jakarta Tak semua orang mampu membangun koneksi emosional yang sehat dalam sebuah hubungan. Ada yang terlihat baik-baik saja secara fisik dan sosial, tetapi sebenarnya menjaga jarak secara emosional tanpa disadari. Sikap ini bisa membuat hubungan terasa hambar, penuh kebingungan, bahkan melelahkan secara mental. Sahabat Fimela mungkin pernah merasakannya: berada dalam hubungan yang membuat bertanya-tanya, “Kenapa aku merasa sendirian, padahal sedang bersama?”
Agar tidak terus berada dalam hubungan yang tidak sehat, penting bagi Sahabat Fimela untuk mengenali tanda-tanda pasangan yang secara emosional tidak tersedia atau emotionally unavailable. Dilansir dari The Relationship Place (31/7), berikut delapan ciri yang bisa diperhatikan:
1. Sulit Menunjukkan Empati
Saat Sahabat Fimela sedang sedih atau mengalami masalah, pasangan tampak tidak memberikan perhatian yang tulus. Ia tidak tahu cara menenangkan, tidak ikut merasa iba, atau bahkan menganggap perasaan sedih itu berlebihan. Ketidakmampuannya untuk ikut merasakan perasaan orang lain bisa menjadi tanda jelas bahwa ia belum siap untuk terhubung secara emosional.
2. Enggan Membahas Perasaan
Bicara soal perasaan bisa membuat sebagian orang tidak nyaman, terutama bagi mereka yang secara emosional tidak terbuka. Pasangan cenderung menghindar jika pembicaraan mulai menyentuh emosi, konflik batin, atau hal-hal yang menyangkut kedekatan. Sikap ini bisa membuat Sahabat Fimela merasa tidak dipedulikan.
3. Terlihat Dingin dan Acuh
Ekspresi dan responnya cenderung datar, bahkan di momen-momen yang biasanya mengandung emosi: seperti perayaan, duka, atau keberhasilan. Sahabat Fimela mungkin merasa seperti berbicara dengan seseorang yang tidak benar-benar hadir secara batin.
4. Tidak Mau Terbuka soal Diri Sendiri
Pasangan yang emotionally unavailable biasanya enggan berbagi kisah pribadi, terutama yang berkaitan dengan masa lalu, luka batin, atau mimpi-mimpi yang ia punya. Hal ini membuat hubungan terasa sepihak dan tidak seimbang.
5. Menghindari Komitmen Emosional
Hubungan terasa jalan di tempat. Pasangan menghindari pembicaraan soal masa depan bersama atau menunjukkan kejelasan arah hubungan. Ia lebih nyaman berada di zona abu-abu tanpa komitmen jelas.
6. Lebih Fokus pada Logika daripada Perasaan
Saat Sahabat Fimela bercerita, ia langsung memberi solusi tanpa benar-benar mendengarkan atau memahami perasaan yang ingin disampaikan. Ia lebih mengedepankan logika daripada koneksi batin yang tulus.
7. Tidak Terbuka pada Kritik dan Masukan
Setiap kali Sahabat Fimela mencoba menyampaikan perasaan atau masukan, pasangan malah bersikap defensif. Ia mudah tersinggung, menolak berdiskusi, dan seolah tidak mau berubah.
8. Cenderung Menjauh di Saat Diperlukan
Ketika Sahabat Fimela sedang berada dalam masa sulit dan butuh dukungan emosional, pasangan justru menciptakan jarak. Ia menjadi lebih diam, sulit dihubungi, atau tidak hadir secara emosional.
Mengenali pasangan yang tidak siap secara emosional bukan berarti langsung mengakhiri hubungan, tetapi penting untuk mengevaluasi apakah hubungan tersebut membawa kedamaian atau justru menguras perasaan. Sahabat Fimela berhak mendapatkan hubungan yang saling mendukung, hangat, dan terbuka secara batin. Bila tanda-tanda di atas mulai terasa nyata, jangan ragu untuk memberi ruang bagi diri sendiri dan mempertimbangkan langkah yang terbaik.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.