Wacana Keberangkatan Umrah dari Asrama Haji Tuai Kritikan Tajam, Malah Mau Dibikin Ribet?

16 hours ago 3
Suasana kesibukan di Asrama Haji Sudiang Makassar di musim haji. (Ilustrasi)

Fajar.co.id, Jakarta -- Rencana pemerintah untuk mewajibkan jemaah umrah memulai perjalanan dari asrama haji justru menuai kritik pedas.

Alih-alih mempermudah, aturan baru yang digulirkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) ini dinilai bakal menambah kerumitan bagi calon jemaah.

Pandangan itu salah satunya dilontarkan pegiat media sosial Feri Zandra. Lewat akun X-nya pada Jumat (13/2/2026), ia mempertanyakan esensi dari wacana tersebut.

"Ini maksudnya apa, ya?" tanyanya. Menurut Feri, ibadah umrah saat ini sudah berjalan dengan mudah.

Dia justru khawatir rencana itu akan mempersulit jemaah. "Pelaksanaan ibadah umrah yang mudah, malah mau dibikin ribet...," ujarnya.

Dia kemudian mempertanyakan untuk apa mengatur jama'ah umrah berangkat dari Asrama Haji.

"Rumah saya di Tangerang Selatan, kalo mau berangkat umrah mesti ke Asrama Haji dulu, malah makin jauh dari bandara... lagipula di Asrama Haji mau ngapa'in...? Apakah ini calon proyek baru dengan tambahan biaya buat jema'ah umrah...🤔," tanya Feri.

Skema Baru untuk Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional

Gagasan ini pertama kali diungkapkan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam sebuah rapat di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Dahnil menjelaskan, saat ini penerbangan haji memang sudah terbagi rata antara maskapai Saudi dan Garuda Indonesia, sesuai ketentuan Arab Saudi. Namun, situasi untuk umrah jauh berbeda.

"Tapi di umrah, itu banyak saja umrah kita menggunakan penerbangan national flight negara lain. Malaysia misalnya, Saudi, padahal gak ada mandatori harus menggunakan mana," ujarnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |