Dukungan Prabowo Dua Periode Memicu Dinamika Politik, Peneliti Soroti Kepentingan Partai

7 hours ago 2
Presiden sekaligus Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (DERY RIDWANSAH/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Dukungan terbuka dari beberapa partai politik kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjabat selama dua periode menimbulkan perdebatan di kalangan pengamat politik. Peneliti senior Citra Institute, Efriza, menilai dukungan tersebut lebih banyak didorong oleh kepentingan pragmatis dan bukan semata orientasi pada stabilitas pemerintahan.

Dinamika Dukungan Partai Politik

Menurut Efriza, partai-partai yang mendukung Prabowo menjabat dua periode cenderung memiliki motivasi berbeda dibandingkan dengan yang hanya mendukung pemerintahan hingga 2029. Ia mencontohkan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menurutnya kurang dapat dipercaya karena mengincar keuntungan elektoral dan posisi calon wakil presiden dari internal mereka.

"Seperti PAN dan PKB. Contoh saja, PKB malah membelot mendukung Anies Baswedan, begitu juga PAN yang sering kali tidak solid mendukung Prabowo seperti pada 2009, 2014, dan 2024 lalu," katanya saat diwawancarai, Jumat (13/2).

Partai dengan Pendekatan Rasional

Sementara itu, Efriza menilai Golkar, Demokrat, PKS, dan NasDem lebih rasional dalam menyikapi dukungan kepada Prabowo. Mereka memilih fokus pada pemerintahan hingga 2029 dan berhati-hati dalam menyatakan dukungan dua periode karena mempertimbangkan dinamika politik serta menjaga ruang manuver jika terjadi perubahan konstelasi politik.

"Terkait dukungan di Pilpres mereka lebih berhati-hati, karena mempertimbangkan dinamika politik, dan menjaga ruang manuver bila terjadi perubahan konstelasi," jelasnya.

Pengaruh Besar Partai dalam Penentuan Pasangan Calon

Efriza juga menyoroti pengaruh kuat yang dimiliki keempat partai tersebut dalam menentukan pasangan calon presiden dan wakil presiden. NasDem dan PKS, misalnya, memiliki pengaruh atas pasangan AMIN pada Pilpres 2024 lalu. Demokrat dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga sempat diperhitungkan, dan Golkar dikenal berperan strategis dalam mengarahkan pasangan calon serta kemenangan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |