
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Raffi Ahmad dituding sebagai buzzer pemerintah karena unggahannya di instagram pada Jumat (29/8/2025) kemarin.
Raffi mengunggah video permintaan maaf dan balasungkawa Prabowo Subianto atas wafatnya Affan Kurniawan, pengendara ojol yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Video ini ramai dikomentari hingga akun Raffi disebut sebagai akun kedua dari Prabowo karena postingannya.
Raffi turut menyampaikan bela sungkawa sekaligus mewakili pemerintah dan Prabowo atas kasus yang menimpa Affan.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah, Presiden Republik Indonesia, Bapak @prabowo menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang menjadi korban akibat tindakan petugas,” ungkapnya dikutip Sabtu (30/8/2025).
Menariknya video ini ternyata terlebih dahulu diposting oleh Raffi Ahmad dibandingkan akun pribadi Prabowo.
Hal ini lantas memicu berbagai reaksi yang menyebut Raffi sebagai buzzer dan dituding telah dibayar untuk memposting video ini.
“Apa hebatnya raffi kok punya wewenang posting 1 jam lebih awal dibanding RI1? Seenggak punya harga diri itu kah pemimpin negeri ini?,” kata netizen.
“Widih curang ah infonya langsung dari A1 jadi gak seru tebak-tebakannya 😁,” kata lainnya.
Tudingan ini semakin memanas tatkala influencer Jerome Polin mengungkap ditawari jadi buzzer.
Tak main-main harga yang diatwarkan menyentuh Rp 150 juta untuk satu kali postingan. Namun, Jerome dengan tegas menolak hal ini.
“Oh ini toh video yg rate nya 150juta. Menyalaaa jerome polin yg dengan tegas nolak 🙌e kalo masuk konten raffi rate nya jadi berapa M? Pakai duit rakyat pula bayarnya,” kata netizen.(Elva/Fajar)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: