Soroti Penganugerahan Bintang ke Seskab Teddy, Made Supriatma: Apakah Melayani Presiden Sehari-hari Penuhi Kualifikasi?

4 days ago 15
Seskab Teddy saat menerima penganugerhan dari Presiden Prabowo. (INT)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pemberian gelar bintang mahaputera utama kepada Seskab Teddy mendapat sorotan banyak pihak. Pasalnya, penghargaan kepada anggota TNI yang merangkap jabatan sipil itu dinilai berlebihan.

Penilaian itu salah satunya disampaikan peneliti ISEAS, Made Supriatma. Dia menyampaikan keheranannya terhadap pemberian gelar tersebut. Selain kepada Teddy juga kepada Haji Isam.

"Saya tidak tahu bagaimana dua orang ini dianggap berhak mendapatkan anugerah sebagai warga utama dan teladan Republik ini. Mengapa Teddy? Apakah melayani Presiden sehari-hari membuat Anda memenuhi kualifikasi berjasa untuk bangsa dan negara?" tanya Made dikutip dari akun media sosialnya, Selasa (26/8/2025).

"Juga Haji Isam. Mengapa harus dia? Apakah ada keberhasilannya yang luar biasa? Bukankah dia baru mulai bekerja untuk food estate dan transisi energi? Proyek gasifikasi batubaranya baru mulai dan yang beli pun PLN, perusahaan negara," sambungnya.

Para pejabat, kata dia, dari atas hingga ke bawah sungguh kehilangan rasa dan kepekaan terhadap rakyat biasa — para pembayar pajak yang mengongkosi hidup mewah mereka.

"Hari ini (kemarin) ada demo besar di Jakarta dan Pati. Di Jakarta massa marah dengan kenaikan gaji para anggota DPR — yang sebagian besar adalah pengusaha dan artis itu. Mereka sebenarnya tidak butuh-butuh amat dengan uang. Tapi ya itulah. Mobil mereka harus belasan dan harganya miliaran sebijinya," ungkap Made.

Di Pati, Bone, dan Cirebon ada protes. Rakyat biasa marah karena hidup mereka makin susah. Para elite membuat angka-angka yang menunjukkan bahwa hidup di negeri ini baik-baik saja. Mereka hidup dalam bubble atau gelembung yang mereka bikin sendiri.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |