Saat Uang Jadi Alat Kontrol, Waspadai Financial Abuse dalam Hubungan

8 hours ago 2

Fimela.com, Jakarta - Financial abuse atau kekerasan finansial merupakan bentuk kekerasan dalam hubungan yang sering kali tidak langsung terlihat. Alih-alih menggunakan kekerasan fisik, pelaku dapat memanfaatkan uang dan sumber daya ekonomi sebagai alat untuk mendapatkan kendali atas pasangan. Bentuknya dapat berupa membatasi akses terhadap rekening, mengambil penghasilan pasangan, mengatur seluruh pengeluaran, hingga melarang pasangan bekerja.

Dilansir dari National Network to End Domestic Violence (NNEDV), financial abuse merupakan perilaku yang digunakan untuk mengontrol kemampuan seseorang dalam memperoleh, menggunakan, atau mempertahankan sumber daya ekonomi. Kondisi tersebut dapat mengancam kemandirian finansial dan membuat seseorang semakin sulit mengambil keputusan secara bebas.

Financial abuse juga dapat muncul melalui tindakan yang dianggap sepele dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, pasangan mengontrol setiap pengeluaran, menentukan penggunaan uang tanpa kesepakatan, mengambil penghasilan, atau membatasi akses terhadap rekening. Jika dilakukan terus-menerus, perilaku tersebut dapat membuat seseorang bergantung secara finansial dan kehilangan kendali atas kebutuhan pribadinya.

Karena sering dibungkus sebagai bentuk kepedulian atau pengaturan keuangan bersama, perilaku tersebut terkadang dianggap normal. Padahal, hubungan yang sehat membutuhkan transparansi, komunikasi, kesepakatan, serta kesempatan bagi kedua pihak untuk memiliki kendali yang wajar atas keputusan finansial.

Diam-Diam Mengontrol, Ini Tanda Financial Abuse yang Sering Tak Disadari

Keuangan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan bersama. Karena itu, pasangan perlu membicarakan pemasukan, pengeluaran, tabungan, dan berbagai kebutuhan rumah tangga. Namun, pembicaraan tersebut seharusnya dilakukan secara terbuka dan berdasarkan kesepakatan, bukan melalui tekanan atau paksaan.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah ketika pasangan mulai menentukan seluruh keputusan finansial seorang diri. Misalnya, seseorang tidak diperbolehkan memiliki rekening sendiri, tidak diberi informasi mengenai kondisi keuangan keluarga, atau harus menyerahkan seluruh penghasilannya tanpa memiliki akses untuk menggunakannya. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, pasangan dapat kehilangan kebebasan dalam mengelola keuangannya sendiri.

Tanda lainnya adalah ketika pasangan sengaja menciptakan ketergantungan finansial. Hal ini dapat terlihat dari kebiasaan mengontrol setiap pengeluaran, membatasi uang yang boleh digunakan, mengambil penghasilan pasangan, atau membuat keputusan keuangan tanpa melibatkan pasangan.

Situasi tersebut dapat membuat seseorang kesulitan memenuhi kebutuhan pribadi maupun merencanakan masa depan. Oleh sebab itu, komunikasi mengenai keuangan dalam hubungan perlu dibangun dengan prinsip keterbukaan dan kesetaraan. Memiliki batasan finansial yang sehat juga penting agar setiap pasangan tetap memiliki ruang untuk mengambil keputusan secara mandiri dan bertanggung jawab.

Bangun Kemandirian Finansial agar Tidak Mudah Terjebak dalam Financial Abuse

Memiliki hubungan yang sehat bukan berarti harus menggabungkan seluruh aspek keuangan tanpa batas. Setiap orang tetap membutuhkan ruang untuk memahami kondisi finansialnya sendiri. Karena itu, membangun kemandirian finansial dapat menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keamanan dan kebebasan dalam hubungan.

Langkah sederhana dapat dimulai dengan mengetahui jumlah pemasukan, pengeluaran, tabungan, serta utang yang dimiliki. Mencatat kondisi keuangan secara rutin dapat membantu seseorang memahami kebiasaan finansial sekaligus mengetahui kemampuan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menyimpan dokumen finansial penting dan memahami rekening maupun aset atas nama sendiri juga dapat membantu mengetahui posisi ekonomi secara lebih jelas.

Selain itu, tetap memiliki akses terhadap rekening atau sumber dana pribadi dapat memberikan ruang untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus selalu bergantung kepada pasangan. Jika seseorang mulai merasa seluruh akses finansialnya dikendalikan, penting untuk membicarakannya dengan orang yang dipercaya dan mencari dukungan yang sesuai apabila diperlukan.

Kemandirian finansial bukan berarti menyembunyikan uang dari pasangan atau tidak mempercayai satu sama lain. Sebaliknya, hal ini dapat membantu setiap individu memiliki pemahaman dan kendali yang sehat terhadap kehidupannya sendiri. Dengan kondisi finansial yang lebih terarah, seseorang juga dapat lebih percaya diri dalam mengambil keputusan untuk masa depan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Devita Adya
  • Adinda Tri Wardhani

    Editor

    Adinda Tri Wardhani
Read Entire Article
Relationship |