Nampan Makanan untuk Makan Bergizi Gratis Produksi China Diduga Mengandung Minyak Babi, Pemerintah Bereaksi

4 days ago 14
Ilustrasi - Seorang siswa bersiap menyantap sajian dalam program Makan Bergizi Gratis di SMP Negeri 61, Slipi, Jakarta, Senin (6/1/2025). ANTARA FOTO/Reno Esnir/app/foc/aa Ilustrasi - Seorang siswa bersiap menyantap sajian dalam program Makan Bergizi Gratis di SMP Negeri 61, Slipi, Jakarta, Senin (6/1/2025). ANTARA FOTO/Reno Esnir/app/foc/aa

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar merespons kabar adanya minyak babi dalam proses pembuatan nampan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tiongkok.

Berdasarkan hasil investigasi dari Indonesia Business Post, produksi nampan yang diekspor untuk program MBG asal Chaosan, wilayah di timur Guangdong, diduga mengandung minyak babi.

Diduga minyak babi itu dicampur dengan minyak biasa dan digunakan saat pengepresan untuk mengurangi risiko baret pada material nampan.

Menag Nasaruddin memastikan pihaknya akan segera melakukan perbaikan apabila memang ditemukan adanya bahan yang tidak sesuai dengan standar halal.

“Ya kita akan temukan itu, masukan-masukan itu silahkan serahkan ke pengelolanya ya. Tapi secara formal kita mau terima jadi dan beres semuanya. Insyaallah kalau memang itu ada temuan itu segera kita akan perbaiki,” tegas Nasaruddin Umar kepada wartawan setelah meninjau pelaksanaan Program MBG di MTSN 6, Jakarta Timur, Selasa (26/8/2025).

Nasaruddin menegaskan bahwa seluruh makanan MBG sudah terjamin kehalalannya. Mulai dari proses pengolahan, pengemasan, hingga distribusi juga dikawal petugas profesional.

"Insyaallah seluruh makanan yang dibagi di seluruh Indonesia terjamin kehalalannya. Kami mengikuti perkembangan dan insyaallah pimpinan di perusahaan-perusahaan juga sudah diwanti-wanti untuk memberikan makanan yang halal dan bergizi kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Nasaruddin memastikan, kementerian yang dipimpinnya bekerja ekstra keras baik dalam pengawasan, menjamin kualitas gizi dan juga menjamin distribusi makanan ke seluruh madrasah di seluruh Indonesia.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |