Fimela.com, Jakarta Berakhirnya sebuah hubungan seringkali menyisakan pertanyaan dan perasaan yang sulit dijelaskan. Dalam situasi ini, closure menjadi langkah penting untuk memahami alasan perpisahan, meredakan emosi, dan memulai proses penyembuhan. Tanpa closure, seseorang bisa terjebak dalam lingkaran pertanyaan tanpa jawaban. Lalu, apa definisi dari closure, dan mengapa closure sangat penting dalam mengakhiri hubungan?
Apa itu Closure dalam Hubungan?
Dilansir dari Marriage.com (15/8), closure adalah proses menemukan penjelasan yang jelas dan rasa lega setelah hubungan berakhir, sehingga seseorang dapat melepaskan masa lalu dan melanjutkan hidup dengan damai. Closure bukan hanya tentang “percakapan terakhir,” tetapi juga tentang penerimaan emosional dan mental yang memungkinkan seseorang menutup bab lama tanpa beban.
10 Alasan Closure Penting dalam Hubungan
Masih menurut Marriage.com (15/8), berikut sepuluh alasan mengapa closure penting setelah sebuah hubungan berakhir:
- Memberi jawaban atas pertanyaan sehingga memahami alasan berakhirnya hubunga.
- Membantu belajar dari kesalahan agar tidak mengulanginya di hubungan berikutnya.
- Membantu menerima kenyataan dan move on tanpa berharap kembali pada mantan.
- Menyadarkan bahwa kita juga berperan dalam perpisahan, sekaligus mengakui kesalahan.
- Memberi kesempatan untuk menyampaikan isi hati dan meminta maaf jika perlu.
- Mengakhiri hubungan dengan baik sehingga tidak menyisakan kebencian atau rasa bersalah.
- Membantu memahami apa yang benar-benar terjadi tanpa terus-menerus bertanya “Bagaimana jika?”.
- Membuka wawasan tentang diri sendiri dan apa yang diinginkan di masa depan.
- Mencegah keyakinan keliru bahwa mantan suatu saat akan kembali.
- Menghindarkan kita dari membawa luka lama ke hubungan berikutnya.
Dampak Tidak Mendapatkan Closure
Tanpa closure, perasaan menggantung bisa membuat seseorang kesulitan menjalin hubungan baru. Pikiran sering kembali pada masa lalu, mencoba menemukan jawaban yang tak pernah datang. Hal ini dapat menunda proses penyembuhan emosional dan membuat luka semakin lama pulih.
“No Closure is a Closure”
Meski terasa pahit, tidak mendapatkan closure juga bisa dianggap sebagai closure itu sendiri. Keputusan seseorang untuk pergi tanpa penjelasan mungkin menjadi tanda bahwa hubungan tersebut memang sudah tidak sehat untuk dipertahankan. Menerima kenyataan ini adalah langkah awal untuk benar-benar melepaskan.
Sahabat Fimela, closure adalah bentuk penghormatan pada diri sendiri. Baik didapatkan melalui penjelasan dari mantan maupun dengan menciptakannya sendiri, closure membantu kita menutup bab lama dengan bijak dan siap menyambut kisah baru. Pada akhirnya, yang terpenting adalah bagaimana kita memilih untuk sembuh, bukan bagaimana hubungan itu berakhir.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.