Fimela.com, Jakarta Dalam dinamika hubungan, ada banyak tanda yang sering diperhatikan untuk menilai kesehatan hubungan. Red flag dikenal sebagai peringatan akan potensi masalah, sementara green flag dianggap sebagai pertanda positif. Di antara keduanya, muncul istilah baru yang kini populer di TikTok: beige flag. Istilah ini menghadirkan perspektif segar tentang hal-hal kecil yang bisa mempengaruhi cara seseorang memandang pasangannya. Lalu, apa definisi dari beige flag sendiri?
Apa itu Beige Flag?
Dilansir dari BetterHelp (15/8), awalnya istilah ini digunakan untuk menggambarkan sosok yang dianggap “membosankan,” namun kini beige flag merujuk pada kebiasaan atau sifat unik yang netral yang tidak sepenuhnya baik, namun juga bukan masalah besar. Karakteristik ini sering kali membuat seseorang berhenti sejenak untuk mempertimbangkan, tetapi jarang menjadi alasan utama hubungan berakhir.
Contoh Beige Flag
Fenomena ini sangat variatif dan subjektif. Di media sosial, terutama TikTok, menurut BetterHelp (15/8), ada berbagai contoh yang sering disebut sebagai beige flag, seperti:
- Menggunakan timer untuk bangun tidur alih-alih alarm.
- Membutuhkan bantuan visual untuk membedakan kanan dan kiri.
- Menunda packing hingga menit terakhir sebelum bepergian.
- Memiliki ketidaksukaan yang kuat pada hal-hal sederhana seperti sabun batang atau warna tertentu.
- Mengetik dengan huruf kapital tanpa ekspresi marah atau antusias.
- Selalu memisahkan bahan makanan sebelum mulai menyantapnya.
- Mengoleksi barang kecil yang terlihat sepele namun punya nilai sentimental pribadi.
Kenapa Beige Flag Bisa Subjektif
Hal yang dianggap beige flag oleh seseorang bisa jadi justru terasa lucu atau menggemaskan bagi orang lain. Bahkan, sifat-sifat ini kadang menjadi ciri khas yang membuat hubungan lebih berwarna. Semua kembali pada persepsi dan batas kenyamanan masing-masing individu.
Cara Menyikapi Beige Flag dalam Hubungan
Menerima beige flag berarti memahami bahwa tidak ada pasangan yang sepenuhnya sesuai dengan bayangan ideal. Selama sifat tersebut tidak berdampak negatif secara signifikan, beige flag dapat dianggap sebagai bumbu yang memperkaya hubungan. Komunikasi terbuka menjadi kunci agar perbedaan ini tetap dalam batas yang sehat.
Sahabat Fimela, beige flag bukanlah tanda bahaya, melainkan pengingat bahwa hubungan juga dibangun dari detail kecil yang unik. Menerima perbedaan dengan lapang hati dapat membuat relasi terasa lebih hangat dan otentik. Pada akhirnya, yang terpenting bukanlah warna benderanya, tetapi bagaimana kedua pihak saling melengkapi dalam perjalanan bersama.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.