Kasihan, Guru Mengeluh Jadi Budak MBG, Rantang Hilang Wajib Ganti dan Jadi Tumbal Racun

2 days ago 11
Guru Andrimar mengeluh para guru menjadi budak program Makan Bergizi Gratis (MBG)

FAJAR.CO.ID -- Seorang guru di SMPN 1 Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Andrimar, mencurahkan isi hatinya terkait program Makan Bergisi Gratis (MBG). Guru Andrimar menilai program ini telah menjadikan para guru sebagai budak penyedia makanan di sekolah.

Andrimar pun membuat surat terbuka yang ditujukannya kepada Presiden Prabowo Subianto dan diunggah pertama kali akun @moodkalbar di Instagram. Surat terbuka itu berisi curahan hatinya yang gundah gulana atas nasib guru yang sudah menjadi seperti budak program MBG.

Dalam unggahan tersebut, Andrimar mengeluhkan program MBG tersebut hanya memberatkan guru. Terlebih, apabila ada rantang MBG yang rusak, pihak sekolah wajib mengganti rantang tersebut.

Berikut surat terbuka Andrimar yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Selamat pagi, Pak Prabowo, saya ingin bicara atas nama pribadi.

Kabarnya MBG telah merekrut 290.000 tenaga kerja. Dana yang diambil dari 44% dari alokasi dana pendidikan bersumber dari 20% APBN. Dulu kabarnya bernama MAKAN SIANG GRATIS."

Andrimar berpandangan, anggaran pendidikan, seharusnya dapat digunakan untuk meningkatkan profesionalitas dan kesejahteraan guru.  

"Saya tak mau menyebut "GRATIS" pak, karena makanan itu dari dana pendidikan yang sejatinya bisa meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru, maupun pemenuhan segala kebutuhan pendidikan."

Hal paling meresahkan bagi Andrimar, dari 290.000 tenaga kerja yang direkrut untuk program MBG, para guru justru menjadi budak perusahaan penyedia makanan program MBG ini.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |