Kabar Bahagia untuk Guru Honorer, Mendikdasmen Usulkan Kenaikan Tunjangan

3 days ago 17
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti. Foto Humas Kemendikdasmen

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) telah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp14,4 triliun dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/8).

Usulan itu diajukan karena pagu anggaran Rp55 triliun yang telah ditetapkan Kementerian Keuangan dinilai belum mampu membiayai seluruh program prioritas Kemendikdasmen untuk tahun anggaran 2026.

"Dengan pagu anggaran Rp55 triliun, masih banyak rencana program dan kegiatan yang belum dapat terbiayai," ujar Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/8).

Salah satu program prioritas Kemendikdasmen ungkap Abdul Mu'ti yakni terkait masalah kesejahteraan guru honorer.

Dia mengungkap, Kemendikdasmen telah mengusulkan penambahan tunjangan bagi guru honorer dari Rp300 ribu menjadi Rp500 ribu per bulan.

"Jadi, kami kan mulai tahun ini mengalokasikan anggaran untuk guru honorer yang kemarin sudah kita berikan Rp300 ribu itu, kita usulkan untuk ditambah menjadi Rp500 ribu per guru per bulan," kata Abdul Mu'ti

Usulan itu sendiri telah dibahas bersama Komisi X DPR RI. Menurutnya, Komisi X DPR memberikan dukungan penuh kepada Kementerian Dikdasmen, terutama dalam program peningkatan kesejahteraan guru.

Jika usulan tersebut disetujui, dia memastikan akan ada kenaikan tunjangan bagi para guru honorer mulai 2026. "Yang tambahan dari Rp300 ribu menjadi Rp500 ribu tahun depan kalau disetujui," ucapnya.

Selain itu, Mu'ti juga menyampaikan Program Indonesia Pintar (PIP) yang selama ini hanya untuk sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) diusulkan mulai tahun ini juga menjangkau tingkat taman kanak-kanak (TK) dengan nominal Rp450 ribu per siswa per tahun.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |