Guru Jadi Tumbal Racun MBG, Peneliti ISEAS: Mengapa Bukan Presiden, Wapres, Menteri yang Membuat Program Ini?

2 days ago 10
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo saat mengunjungi secara langsung pelajar SMPN 8 Kupang yang dirawat di rumah sakit diduga akibat mengonsumsi MBG. ANTARA-HO-Pemkot Kupang

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa hari terakhir jadi sorotan. Sejumlah daerah siswa-siswinya mengalami keracunan massal usai menyantap menu MBG.

Terbaru, para guru bahkan diminta untuk mencicipi terlebih dahulu menu MBG sebelum diberikan ke siswa. Hal itu pun menuai kecaman publik.

Salah satu yang mengecamnya adalah Made Supriatma, seorang penulis dan peneliti ISEAS--Yusof Ishak Institute.

"Mengapa harus mengorbankan guru? Mengapa bukan Presiden, Wakil Presiden, Ketua MPR, Ketua DPR, DPD, dan menteri-menteri yang makan dulu? Kalian yang menghidangkan ini untuk anak-anak Indonesia!," tulis Made, melalui akun media sosialnya.

"Ketua MBG juga tidak pernah saya lihat mencicipi makanan yang mereka hidangkan untuk anak-anak Indonesia. Demi Tuhan! Ini makanan untuk anak-anak Indonesia! Sekali lagi, untuk masa depan negeri ini!," sambungnya.

Kalian ketika membuat program ini menjualnya sebagai hal yang akan bikin anak-anak sehat, tidak stunting, akan jadi generasi yang pintar! Wamen Stella bilang program ini akan bikin anak-anak pintar Matematika dan Bahasa Inggris.

"Pernahkah Stella makan MBG ini di depan publik? Pernah? Kalau tidak pernah, mengapa? Tidak enak? Takut keracunan? Ini yang kalian hidangkan untuk anak-anak Indonesia?" tanya Made.

Jangan korbankan guru-guru yang sudah bersusah payah. Ketika membuat program ini, guru-guru, sekolah, orangtua murid, orang-orang di pemerintahan daerah yang tahu persis wilayahnya, tidak kalian libatkan kan? Mengapa? Takut dikorupsi? Apa sekarang tidak ada korupsi?

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |