
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Heboh di X, video yang memperlihatkan massa pengunjuk rasa di Jakarta mencopot bendera PAN yang berkibar di sepanjang Jalan.
Tidak sedikit yang menarik asumsi bahwa pencopotan bendera itu merupakan bagian dari kekecewaan masyarakat pada politisi PAN, Eko Patrio dan Uya Kuya.
Kedua anggota DPR itu sebelumnya dianggap menantang publik setelah disorot karena asyik berjoget di tengah himpitan ekonomi.
Bukannya langsung meminta maaf. Eko justru membuat parodi sound horeg sambil berjoget. Sementara Uya Kuya menegaskan bahwa ia tidak sepenuhnya salah karena menyandang status artis selain sebagai anggota DPR.
Pengamat Politik dan Ekonomi, Heru Subagia, mengatakan bahwa yang telah viral di Media Sosial (Medsos) itu merupakan bagian dari sebuah reaksi kemarahan masyarakat.
"Bendera dicoplok sebagai simbol perlawanan, artinya alarm bahaya bagi Partainya," kata Heru kepada fajar.co.id, Selasa (26/8/2025).
Dikatakan Heru, PAN bisa saja mengembalikan kepercayaan publik. Caranya, Ketua Umum Zulkifli Hasan mesti meminta maaf secara terbuka atas sikap yang dipertontonkan Eko dan Uya.
"Untuk menyelamatkan partai, sebaliknya Ketum atau yang mewakilinya meminta maaf ke publik atas kejadian kadernya melakukan aksi tidak menyenangkan masyarakat di gedung parlemen," sebutnya.
"Masyarakat justru akan berbalik arah simpati ke PAN. Catatan, yang meminta maaf jangan Eko atau Uya, justru akan kontra produktif," tambahnya.
Dijelaskan Heru, puncak kemarahan publik ada pada sikap yang diperlihatkan politisi PAN. Ditambah dengan isu kenaikan pajak beriringan dengan kenaikan gaji DPR.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: