ringkasan
- Monkey Barring adalah perilaku kencan toksik di mana seseorang mempertahankan hubungan saat ini sambil mencari dan membentuk hubungan baru dengan tujuan meninggalkan pasangan lama tanpa jeda.
- Motivasi utama pelaku seringkali adalah ketakutan akan kesendirian atau kecemasan komitmen, yang membuat mereka menghindari perpisahan jujur demi "jalur pelarian" yang lebih mudah.
- Perilaku ini sangat merugikan karena melibatkan penipuan, menyebabkan luka emosional mendalam bagi pasangan yang ditipu, dan menghambat pertumbuhan pribadi pelaku.
Fimela.com, Jakarta Dalam lanskap hubungan modern yang terus berkembang, muncul berbagai istilah baru untuk menggambarkan dinamika interaksi antarindividu. Salah satu istilah yang belakangan ini banyak dibicarakan adalah Monkey Barring. Fenomena ini merujuk pada perilaku seseorang yang menjaga satu hubungan tetap berjalan sambil secara bersamaan mencari dan membangun koneksi romantis baru dengan orang lain.
Perilaku ini dilakukan dengan tujuan untuk beralih ke hubungan yang baru tersebut tanpa periode kesendirian. Siapa pun bisa menjadi pelaku atau korban dari tren kencan yang meresahkan ini, yang dampaknya bisa sangat merugikan secara emosional.
Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Monkey Barring? Mengapa seseorang melakukan hal ini, dan bagaimana kita dapat mengenali serta menghindarinya? Mari Sahabat Fimela, kita selami lebih dalam fenomena ini.
Apa Itu Monkey Barring dalam Hubungan?
Istilah Monkey Barring berasal dari analogi monyet yang berayun di palang-palang (monkey bars). Monyet tersebut tidak akan melepaskan satu palang sampai ia benar-benar memegang erat palang berikutnya. Demikian pula, individu yang melakukan Monkey Barring tidak akan mengakhiri hubungan mereka saat ini sampai mereka merasa aman dan yakin bahwa hubungan baru telah terbentuk dan siap untuk diambil alih.
Perilaku ini juga sering disebut sebagai "monkey-branching". Cosmopolitan Magazine menjelaskan bahwa "Monkey-barring adalah perilaku kencan toksik di mana seseorang mempertahankan hubungan mereka saat ini sambil secara aktif mencari dan membentuk hubungan cinta dengan orang baru, dengan tujuan meninggalkan pasangan mereka saat ini untuk orang baru ini." Ini menunjukkan bahwa ada niat jelas untuk berpindah tanpa jeda, seperti monyet yang bergelantungan dari satu dahan ke dahan berikutnya.
Sama seperti berayun di monkey bars, mereka tidak melepaskan satu hubungan sampai mereka memiliki pegangan yang kuat pada hubungan berikutnya. Ini berarti pelaku tidak pernah benar-benar sendirian, melainkan berpindah dari satu pasangan ke pasangan lain tanpa memberikan waktu bagi diri sendiri untuk berefleksi atau pulih dari hubungan sebelumnya.
Mengapa Monkey Barring Terjadi dan Dampaknya?
Pelaku Monkey Barring seringkali adalah individu yang kesulitan untuk sendirian atau memiliki ketakutan mendalam akan kesendirian. Motivasi utama di balik perilaku ini seringkali adalah kebutuhan akan rasa aman dan jaminan bahwa mereka tidak akan sendirian. Merdeka.com menyebutkan bahwa "Banyak orang menikmati sensasi monkey-barring karena hal itu memberikan jaminan bahwa mereka tidak akan sendirian."
Psikolog Dr. Laura Feldman mencatat bahwa perilaku ini sering muncul dari apa yang disebut "kecemasan komitmen" (commitment anxiety), di mana jalur pelarian terasa penting bagi individu tersebut. Mereka mungkin menghindari percakapan yang sulit atau takut menghadapi perpisahan, sehingga Monkey Barring menjadi jalan keluar yang lebih mudah daripada percakapan putus yang jujur dan menyakitkan.
Monkey Barring dianggap sebagai perilaku yang sangat toksik karena inti dari perilaku ini adalah penipuan. Pasangan yang sedang menjalin hubungan aktif ditipu mengenai status hubungan mereka, percaya bahwa pasangannya berkomitmen penuh, padahal di pikiran pelaku, hubungan tersebut sudah berakhir. Cosmopolitan Magazine menegaskan bahwa "Monkey-barring adalah toksik karena penipuan adalah intinya."
Hal ini dapat menyebabkan luka emosional yang mendalam dan manipulasi. Selain itu, perilaku ini juga tidak adil bagi pasangan baru yang mungkin tidak menyadari bahwa mereka sedang menjadi "cadangan" atau "pengganti". Kejujuran adalah fondasi hubungan yang kuat, dan Monkey Barring secara fundamental merusak fondasi tersebut.
Membedakan Monkey Barring dan Konsekuensinya
Penting untuk membedakan Monkey Barring dari poliamori. Meskipun keduanya melibatkan lebih dari satu orang, poliamori adalah bentuk hubungan konsensual di mana semua pihak yang terlibat menyetujui dan mengetahui adanya hubungan lain secara transparan. Sebaliknya, Monkey Barring melibatkan kerahasiaan dan pengkhianatan, di mana satu pihak tidak menyadari bahwa pasangannya sedang mencari pengganti di belakang mereka.
Bagi pelaku Monkey Barring, perilaku ini dapat menghambat pertumbuhan pribadi dan penemuan diri. Mereka mungkin tidak pernah belajar untuk mandiri secara emosional atau menghadapi masalah dalam hubungan secara langsung karena selalu ada "pelarian" yang siap. Ini dapat menciptakan pola hubungan yang tidak sehat dan berulang di masa depan.
Bagi korban, pengalaman ini dapat menyebabkan masalah kepercayaan yang serius terhadap orang lain dan merusak harga diri. Mereka mungkin merasa dikhianati, dipermainkan, dan sulit untuk membuka diri kembali dalam hubungan baru. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda Monkey Barring sangat penting untuk melindungi diri dari dampak negatifnya.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.