Salinan Ijazah yang didapat dari KPU dan yang ditampilkan Bareskrim.
Fajar.co.id, Jakarta -- Kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo kembali memanas. Dokter Tifauzia Tyassuma atau Tifa, dengan tegas menyatakan keyakinannya bahwa dokumen ijazah tersebut tidak asli.
Pernyataan ini ia sampaikan sembari mengungkap adanya perkembangan baru dari penelitian timnya.
Menurut Tifa, penelitian terhadap berbagai spesimen ijazah terus dilakukan. Termasuk spesimen yang pernah ditunjukkan oleh Bareskrim Polri pada 2025 lalu.
“2025 ditunjukkan oleh Bareskrim spesimen ijazah Jokowi, ini kami lanjut pada penelitian,” ujarnya dikutip pada Jumat (13/2/2026)
Spesimen Berbeda Muncul, Oegroseno Diharap Jadi Penguat
Dalam perkembangan terbaru, timnya menemukan perbedaan yang mencolok antara spesimen yang ada. Tifa menyebut ada spesimen baru yang didapat, yang ternyata berbeda dengan yang sebelumnya.
“Terakhir, kita mendapatkan spesimen yang beda lagi, kita bisa pastikan bahwa spesimen ijazah Jokowi yang diperoleh Bonatua Silalahi itu berbeda dengan yang ditunjukkan Bareskrim 22 Mei 2025,” sebutnya.
Atas temuan itu, masih ada sejumlah hasil penelitian lain yang rencananya akan diungkap Sabtu ini.
“Oleh karena itu ketika kami menyampaikan temuan kami, temuan kami masih banyak, InsyaAllah Sabtu kita eksplor,” ungkap Tifa.
Ia juga mengaku telah menyampaikan temuan ini kepada Komjen (Purn) Oegroseno. Harapannya jelas, agar mantan pejabat tinggi Polri itu bersedia mendukung posisi mereka sebagai ahli.
“Kami sampaikan ke Komjen Oegroseno, mudah-mudahan itulah salah satu alasan yang membuat beliau bersedia untuk menjadi ahli kami," tuturnya.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4949345/original/036688600_1726886704-upset-asian-couple-sit-couch-living-room.jpg)

