Dikira Polisi, Warga di Makassar Diamuk Demonstran hingga Tewas

12 hours ago 7
Gedung DPRD Kota Makassar dibakar massa, Jumat (29/8)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Beredar kabar bahwa korban meninggal akibat aksi unjuk rasa yang berujung pada pembakaran bertambah menjadi empat orang.

Kepala BPBD Makassar, Fadli Tahar, yang dikonfirmasi meluruskan informasi yang beredar tersebut.

"Bukan bertambah, ini beda lokasi, jadi ada kejadian satu orang di depan kampus UMI, Jalan Urip Sumiharjo," ujar Fadli, Sabtu (30/8/2025).

Dikatakan Fadli, korban meninggal yang dimaksud itu merupakan warga yang belum diketahui identitasnya.

"Itu meninggal juga, tapi ini bukan korban dari titik DPRD Makassar," sebutnya.

Fadli bilang, demonstrasi bukan hanya terjadi di Jalan AP Pettarani pada Jumat malam. Akan tetapi juga terjadi di Jalan Urip Sumoharjo.

"Di sana kan demo juga (diduga dikroyok) yang meninggal warga. Kemungkinan korban ricuh di situ, bisa jadi itu (dikira Intel)," tandasnya.

"Iya betul saat ini ada 4 korban meninggal dunia, total korban semuanya 10, 4 meninggal sisanya luka," kuncinya.

Sebelumnya diberitakan, aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa dan komunitas Ojek Online (Ojol) berujung pada pembakaran gedung DPRD Kota Makassar berujung kebakaran, Jumat (29/8/2025) malam.

Berdasarkan informasi yang didapatkan fajar.co.id, akibat peristiwa tersebut, tiga korban dinyatakan meninggal dunia.

Masing-masing ketiganya, Sarina (staf anggota DPRD Fraksi PDIP Andi Tenri Uji), Abay (staf Humas DPRD), dan Syaiful (Kepala Seksi Kesejahteraan Kecamatan Ujung Tanah).

Informasi yang dihimpun, Sarina dan Abay tewas setelah terjebak di dalam gedung ketika api berkobar dan asap pekat menyelimuti ruangan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |