Demonstran Lempari Polda Metro Jaya Bom Molotov, Kericuhan Pecah

9 hours ago 4
Bentrokan pecah di depan Polda Metro Jaya, Jumat (29/8). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Gejolak aksi unjukrasa gabungan mahasiswa, driver ojek online, hingga pelajar makin memanas di sejumlah titik. Di Jakarta terutama di depan Polda Metro Jaya, massa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian.

Kericuhan antara massa pengunjuk rasa dengan petugas kepolisian akibat aksi massa yang semakin anarkis. Para pendemo tidak hanya melemparkan benda seperto botol minuman, mereka juga menggunakan batu, kembang api, hingga bom molotov ke arah petugas kepolisian.

Massa aksi awalnya hanya menyalakan petasan kembang api, namun situasi menjadi memanas karena pendemo mengarahkan kembang api tersebut ke arah gedung Polda Metro Jaya. Selain kembang api, bom molotov juga ikut jadi senjata bagi pengunjuk rasa.

Polisi awalnya tidak melakukan perlawanan. Namun, para pendemo bukannya menahan serangannya tetapi kian brutal.

Melalui pengeras suara dari Mobil Pengurai Massa (Raisa), aparat meminta agar demonstrasi berjalan tertib.

"Saya himbau ke adik-adik sekalian tidak lakukan tindakan anarkis. Tidak melempar bom molotov, batu dan petasan. Sampaikan aspirasi dengan tertib," ujar petugas kepolisian.

Sayang, imbauan itu tidak digubris. Massa tetap menyerang hingga aparat terpaksa menembakkan water canon. Saat massa masih bertahan, polisi kemudian melakukan serangan balik dengan gas air mata.

Ribuan pendemo pun mulai berlarian ke arah jembatan Semanggi, sambil melempari aparat dengan batu. Polisi lantas ikut membalas lemparan batu tersebut.

Diketahui, aksi di Polda Metro Jaya ini dimotori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas hadir, ditambah pelajar dan pengemudi ojek online (ojol).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |