Buntut Demo Besar-besaran, Makassar Terapkan Pembelajaran Daring Mulai 1 September

10 hours ago 5

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Makassar, Achi Soleman, mengumumkan kebijakan pembelajaran daring yang mulai berlaku pada 1 September 2025.

Kebijakan ini diterbitkan melalui surat edaran sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak aksi demonstrasi yang diperkirakan berlangsung selama sepekan ke depan.

“Seluruh satuan pendidikan mulai PAUD, TK, SD, dan SMP, diminta melaksanakan pembelajaran secara daring selama 1-4 September,” ujar Achi dalam edaran yang diterbitkan pada Minggu (31/8/2025).

Ia juga menegaskan agar para guru tetap menjalankan kewajibannya secara maksimal dengan memanfaatkan beragam platform pembelajaran daring, seperti WhatsApp, Google Classroom, Zoom, dan media serupa.

“Pelaksanaan pembelajaran secara daring ini bersifat sementara hingga situasi dan kondisi di lapangan dinyatakan kondusif,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, setelah membakar Poslantas di Pertigaan Jalan AP Pettarani-Alauddin, kini DPRD Makassar yang menjadi sasaran.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 22.15 Wita, api telah menguasai halaman kantor DPRD Makassar.

Sejumlah mobil dan motor yang diduga kendaraan dinas dikabarkan terbakar di kantor DPRD Makassar.

Tidak kenal lelah, ratusan massa yang terdiri dari mahasiswa dan komunitas ojek online (Ojol) ini terus menduduki jalan AP Pettarani.

Tidak berhenti pada pembakaran gedung DPRD, massa aksi juga merusak lampu lalulintas di Pertigaan Jalan AP Pettarani-Hertasning.

Tidak berhenti di situ, massa juga membakar gedung DPRD Sulsel setelah sebelumnya membakar mobil yang terparkir di halaman Kejati Sulsel dan Poslantas Jalan AP Pettarani.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |