Biang Keroknya Pejabat Korup, Mahfud MD: Jangan Benturkan Rakyat dengan Aparat

16 hours ago 6
Mobil Rantis Brimob yang Melindas Affan Pengemudi Ojol di perempatan TPU Karet, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pakar Hukum Tata Negara, Prof Mahfud MD, turut angkat bicara terkait insiden tragis yang menewaskan pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21), setelah terlindas kendaraan taktis Brimob saat aksi unjuk rasa.

Mahfud mengimbau semua pihak untuk bersikap sabar dan jernih dalam menyikapi peristiwa ini.

Dikatakan Mahfud, para demonstran tidak bisa disalahkan ataupun ditindak secara represif karena mereka hanya menyampaikan aspirasi demi penegakan keadilan.

“Mereka yang demo dan marah-marah tak bisa disalahkan dan ditindak secara represif karena mereka menyampaikan aspirasi dalam penegakan keadilan,” ujar Mahfud dikutip dari Instagram pribadinya, Jumat (29/8/2025).

Mahfud juga menyinggung kondisi aparat di lapangan yang berada dalam tekanan.

Ia menilai, personel yang mengendarai kendaraan taktis mungkin mengalami kepanikan.

“Mereka itu mungkin panik karena terjepit. Jika tidak tegas disalahkan oleh atasan, tetapi jika terlalu tegas berhadapan dengan massa,” jelasnya.

Lebih jauh, Mahfud menegaskan bahwa akar persoalan ada pada pejabat korup yang rakus terhadap kekuasaan dan kekayaan.

“Yang salah adalah pejabat-pejabat korup yang memainkan politik dan ekonomi yang serakahnomics," Mahfud menuturkan.

"Itu biang utamanya. Jangan benturkan aparat lapangan dengan rakyat yang menuntut dan menggunakan hak konstitusionalnya,” tegasnya.

Mahfud kemudian mengingatkan pentingnya menjaga ketenangan dan kesehatan fisik agar tetap berpikir jernih di tengah situasi yang memanas.

“Kendorkan saraf, kencangkan urat, sehatkan badan. Setegang dan secemas apa pun membaca situasi jangan lupa berolahraga. Akal yang sehat ada di tubuh yang sehat,” kuncinya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |