Bahaya Monkey Barring, Tren Kencan Toksik yang Perlu Sahabat Fimela Tahu

1 week ago 14

ringkasan

  • Monkey Barring adalah tren kencan toksik di mana seseorang mempertahankan satu hubungan sambil mencari atau menjalin hubungan baru, didorong oleh ketakutan akan kesendirian atau komitmen.
  • Perilaku ini menyebabkan kerugian emosional signifikan bagi korban dan menghambat pertumbuhan pelaku, karena melibatkan ketidakjujuran dan kurangnya transparansi.
  • Menghadapi Monkey Barring memerlukan komunikasi jujur dan kesadaran diri, baik bagi korban maupun pelaku, untuk membangun hubungan yang sehat atau menghentikan pola perilaku merugikan.

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, dalam dinamika hubungan modern yang terus berkembang, muncul berbagai istilah baru yang menggambarkan pola perilaku romantis. Salah satunya adalah 'Monkey Barring', sebuah tren kencan toksik yang kini banyak diperbincangkan. Istilah ini terinspirasi dari cara monyet berayun dari satu dahan ke dahan lain.

Fenomena ini menggambarkan seseorang yang mempertahankan satu hubungan romantis sambil secara aktif mencari atau menyiapkan hubungan baru. Mereka seolah tidak akan melepaskan 'dahan' pertama sebelum memiliki pegangan kuat pada 'dahan' kedua, seringkali karena ketakutan akan kesendirian.

Perilaku ini dapat menyebabkan kerugian emosional yang signifikan bagi pihak yang tidak menyadarinya, menciptakan hubungan tanpa fondasi jujur. Memahami 'Monkey Barring' sangat penting agar Sahabat Fimela dapat melindungi diri dari pola kencan yang tidak sehat ini.

Apa Itu Monkey Barring dalam Hubungan?

Istilah 'Monkey Barring' secara spesifik merujuk pada praktik di mana seseorang menjaga satu hubungan romantis tetap berjalan. Pada saat yang sama, mereka secara bersamaan mencari atau bahkan menjalin hubungan lain sebagai 'cadangan'. Analogi 'monyet berayun dari dahan ke dahan' sangat relevan di sini.

Individu yang melakukan 'Monkey Barring' tidak akan melepaskan hubungan yang sedang ada sampai mereka merasa aman dan memiliki pegangan yang kuat pada hubungan berikutnya. Perilaku ini sering kali muncul pada tahap awal kencan, terutama ketika eksklusivitas belum ditetapkan secara formal.

Hal ini dapat mengaburkan batasan emosional dan menciptakan kebingungan bagi pihak lain yang terlibat. Meskipun sering dikaitkan dengan kencan, perilaku ini bisa terjadi dalam berbagai tahapan hubungan romantis.

Motivasi di Balik Monkey Barring

Pada intinya, 'Monkey Barring' sering kali merupakan manifestasi dari ketakutan yang mendalam. Ini mencakup ketakutan akan kesendirian, ketakutan akan kerentanan emosional, dan yang paling utama, ketakutan akan komitmen jangka panjang. Pelaku menghindari menghadapi diri sendiri.

Alih-alih menghadapi percakapan sulit atau mengakhiri hubungan secara jujur, pelaku 'Monkey Barring' menggunakan hubungan sampingan sebagai 'tambalan'. Ini adalah perbaikan sementara untuk mengatasi masalah dalam hubungan utama mereka. Mereka menghindari konfrontasi masalah yang lebih dalam.

Psikolog Dr. Laura Feldman dari American Association for Marriage and Family Therapy mencatat bahwa perilaku ini sering kali muncul dari apa yang disebut klinisi sebagai 'kecemasan komitmen'. Bagi individu ini, memiliki 'jalur keluar' atau opsi lain terasa sangat penting dan melegakan.

Dampak Negatif Monkey Barring

Praktik 'Monkey Barring' menciptakan hubungan tanpa fondasi yang nyata dan kuat. Individu yang melakukannya terlalu sibuk menyeimbangkan 'dahan-dahan' sehingga mereka tidak dapat berinvestasi penuh dalam satu hubungan. Hal ini menyebabkan hubungan yang dangkal dan tidak otentik.

Bagi pihak yang dikhianati atau tidak menyadari perilaku ini, dampaknya bisa sangat merusak. Mereka mungkin mengalami masalah kepercayaan yang parah dan harga diri yang hancur. Perasaan dimanipulasi dan tidak dihargai seringkali muncul.

Bagi pelaku 'Monkey Barring' sendiri, perilaku ini dapat menghambat pertumbuhan emosional mereka. Mereka melewatkan kesempatan untuk mengembangkan diri, belajar dari konflik, dan berkembang secara mandiri dalam sebuah hubungan yang sehat. Mereka terjebak dalam pola yang sama.

Meskipun tidak selalu melibatkan kontak fisik, 'Monkey Barring' merupakan bentuk perselingkuhan emosional dan psikologis. Ini menunjukkan kurangnya komitmen dan rasa hormat terhadap pasangan. Ahli menyebutnya sama dengan selingkuh dalam konteks modern.

Monkey Barring vs. Poliamori: Apa Bedanya?

Penting untuk dicatat bahwa 'Monkey Barring' sama sekali tidak sama dengan poliamori atau hubungan terbuka. Konsep poliamori melibatkan memiliki hubungan dengan beberapa orang berdasarkan konsensus dan pengetahuan semua pihak yang terlibat. Ini adalah pilihan gaya hidup yang transparan.

Sebaliknya, 'Monkey Barring' sering kali melibatkan ketidakjujuran, penipuan, dan kurangnya transparansi. Ada elemen penyembunyian dan manipulasi yang tidak ada dalam hubungan poliamori yang sehat. Ini adalah perbedaan fundamental yang memisahkan keduanya.

Pakar hubungan Angelika Koch menjelaskan, 'Monkey Barring didasarkan pada ketergantungan emosional dan dapat dikategorikan sebagai bentuk perselingkuhan. Sementara poliamori adalah kemampuan mencintai beberapa orang secara romantis sekaligus, dan tidak termasuk selingkuh karena semua pihak yang terlibat menyetujui hal itu.'

Cara Menghadapi dan Mengatasi Monkey Barring

Untuk melindungi diri dari perilaku 'Monkey Barring', Sahabat Fimela perlu berkomunikasi secara langsung dengan pasangan jika ada keraguan. Penting untuk secara eksplisit menyatakan ekspektasi mengenai hubungan dan selalu mengingat harga diri Anda. Kejujuran adalah kunci.

Kejujuran adalah fondasi utama dari hubungan yang kuat dan sehat. 'Monkey Barring' secara fundamental merusak fondasi tersebut dengan menciptakan ketidakpastian dan ketidakpercayaan. Jangan ragu untuk mencari kejelasan dan batasan yang sehat.

Bagi mereka yang cenderung melakukan 'Monkey Barring', penting untuk melawan dorongan mencari cinta baru secara terus-menerus. Luangkan waktu untuk sendirian dan melakukan refleksi diri. Dengan kerja keras dan kesadaran, kebiasaan ini dapat dihentikan demi pertumbuhan pribadi.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Nabila Mecadinisa
Read Entire Article
Relationship |