
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Konten Kreator Jerome Polin membagikan sebuah tangkapan layar. Menunjukkan penawaran jasa buzzer atau pendengung.
Itu dibagikan Jerome melalui unggahan ceritanya di Instagram. Di tangkapan layar itu, terlihat tawaran untuk penyewaan buzzer.
Secara gamblang, tawaran itu meminta agar buzzer yang akan direkrut membuat tiga video per hari, dengan bayaran Rp10 juta per 90 video.
“Duit pajak kita dipake buat sewa buzzer, rela?” tulis Jerome.
Di unggahan lainnya, Jerome menegaskan bahwa dirinya tidak takut dimusuhi karena menyampaikan kebenaran.
Bagi Jerome, lebih baik dimusuhi daripada kehilangan integritas. Apalagi kehilangan hak asasi manusia.
Sebelumnya, aksi protes meluas di sejumlah daerah. Informasi yang dihimpun fajar.co.id, salah satu alasannya karena meninggalnya salah satu pengemudi Ojek Online (Ojol), Affan.
Ojol meninggal dunia di RS Pelni, Petamburan, Jakarta Pusat. Setelah dilindas mobil taktis polisi.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak jasad korban sudah berada di ruang jenazah rumah sakit tersebut, tertutup kain hijau di atas ranjang besi.
Affan Kurniawan diketahui pemuda kelahiran Jakarta, 17 Juli 2004.
Berdasarkan identitas yang diterima, Affan merupakan warga Jalan Semangka III RT 014 RW 07, Kelurahan Jatipulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.
Di tengah kabar duka meninggalnya seorang pemuda yang disebut driver ojek online (ojol) setelah terlindas mobil taktis Brimob, muncul informasi soal korban lain yang selamat namun mengalami luka-luka.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: