Ahmad Khozinudin: Penjarahan Ini Pelampiasan Amarah atas Kesombongan Pejabat

7 hours ago 7
Ahmad Khozinudin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ahmad Khozinudin menyebut, rangkaian aksi unjuk rasa yang berujung pada penjarahan rumah pejabat menyimpan sejumlah pelajaran penting.

Ia menyebut ada beberapa hikmah yang harus disadari pemerintah dan para elite.

Dikatakan Ahmad, peristiwa ini menunjukkan bahwa kesabaran masyarakat sudah habis.

“Batas kesabaran rakyat sudah habis dan kini berganti dengan amarah dan kemarahan. Pada situasi seperti ini, urat takut rakyat sudah putus,” kata Ahmad kepada fajar.co.id, Minggu (31/8/2025).

Ia mengakui bahwa penjarahan adalah tindakan yang tidak benar. Namun, kata Ahmad, aksi tersebut kini menjadi bentuk perlawanan rakyat.

“Penjarahan yang sebenarnya perbuatan tercela, berubah menjadi ekspresi perlawanan dan pelampiasan amarah,” sebutnya.

Lebih lanjut, Ahmad mengingatkan bahwa kesombongan para pejabat ada batasnya.

Saat rakyat menilai kesombongan itu sudah melewati batas, permintaan maaf tidak lagi berarti.

“Terbukti, meskipun Eko Patrio, Uya Kuya sudah mengunggah permintaan maaf, toh tetap saja kemarahan itu dilampiaskan," Ahmad menuturkan.

"Penjarahan adalah pelampiasan amarah atas kesombongan pejabat, yang telah mencapai puncaknya,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa di tengah kondisi ini, pemerintah seharusnya mengedepankan empati.

“Dalam situasi seperti ini yang dibutuhkan adalah empati, sejenak rehat dan biarkan amarah terlampiaskan. Massa juga punya kesadaran, karena hanya melampiaskan pada pejabat yang bermasalah,” lanjut Ahmad.

Sebagai contoh, ia menuturkan bahwa massa sempat berniat membakar rumah milik Ahmad Sahroni, namun hal itu urung dilakukan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |