350 Calon PMI Sulsel Diminta Waspadai Pinjol dan Investasi Bodong

2 days ago 11
Sekretaris Jaksa Agung Muda Intelejen, Sarjono Turin usai membuka edukasi pengelolaan keuangan yang digelar Tim Desk Koordinasi PPDN (Foto: Muhsin/fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Sebanyak 350 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) bersama keluarga mengikuti edukasi pengelolaan keuangan yang digelar Tim Desk Koordinasi Peningkatan Penerimaan Devisa Negara (PPDN).

Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai 3 Hotel The Rinra, Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Kamis (28/8/2025).

Sekretaris Jaksa Agung Muda Intelejen, Sarjono Turin, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan penerimaan devisa negara. Sesuai dengan asta cita Presiden Prabowo.

"Oleh karena itu, dilihat dari data yang ada di Sulsel jumlah calon PMI cukip banyak, sekitar 1.000 orang pertahun," ujar Sarjono kepada awak media, Kamis siang.

Dikatakan Sarjono, deks PPDN ini memiliki tiga bidang atau pokja. Di antaranya peningkatan devisa dari sektor impor, ekspor, dan jasa.

"Salah satunya hari ini kita memberikan edukasi penerimana dari sektor jasa. Ini dihadiri hampir 350 peserta calon PMI dan keluarganya," sebutnya.

Lebih lanjut, Sarjono membeberkan bahwa selama ini PMI kurang mendapatkan perhatian atas haknya di luar negeri.

"Olehnya itu kita beri pengarahan terkait hak apa saja ketika akan melaksanakan kerja, termasuk perlindungan hak asasi. Setelah mendapat penghasilan kerja itu untuk meningkatkan kesejahteraan," Sarjono menuturkan.

Tambahnya, pihaknya juga memberikan pengarahan agar para PMI tidak terlibat investasi bodong hingga pinjaman online (Pinjol) ketika bekerja di luar negeri.

"Ini kita memberikan edukasi agar mereka terhindar dari penipuan, kemudian konsumtif belanja. Juga terhindar pinjol dan Judol sehingga benar-benar hasil kerja di luar negeri bisa dimanfaatkan untuk keluarganya," tandasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |