Lebih Kejam dari Putus Cinta, Kenali Tanda-Tanda Ghosting

1 month ago 42

Fimela.com, Jakarta Pernahkah kamu mengalami situasi di mana seseorang tiba-tiba menghilang dari hidupmu tanpa kabar? Tidak membalas pesan, panggilan tak diangkat, seakan-akan ditelan bumi? Jika iya, kamu mungkin pernah menjadi korban ghosting. Ghosting, istilah yang semakin populer belakangan ini, merupakan penghentian komunikasi secara tiba-tiba dan tanpa penjelasan dari satu orang ke orang lain. Ini bukan hanya terjadi dalam hubungan romantis, lho! Persahabatan, hubungan kerja, bahkan koneksi antarpribadi lainnya pun bisa mengalaminya.

Dilansir dari berbagai sumber, salah satu karakteristik utama ghosting adalah hilangnya kontak secara tiba-tiba. Bayangkan, kamu sedang asyik berkomunikasi dengan seseorang, lalu poof… hilang begitu saja. Tidak ada pesan pamit, tidak ada penjelasan, hanya kesunyian yang membingungkan. Mereka mengabaikan panggilan telepon, pesan teks, dan menghindari kontak langsung. Tidak ada alasan yang diberikan, membuatmu bertanya-tanya, 'Apa salahku?'

Lebih jauh lagi, upaya untuk menghubungi mereka akan diabaikan. Nomor telepon diblokir, akun media sosial dihindari, bahkan pertemuan langsung pun mereka hindari. Ghosting adalah cara pasif untuk mengakhiri hubungan, menghindari konfrontasi langsung dan percakapan yang sulit. Kadang, ghosting terjadi secara bertahap (soft ghosting). Kontak berkurang perlahan, balasan pesan singkat, janji sering dibatalkan. Semua itu menjadi tanda-tanda peringatan sebelum akhirnya komunikasi benar-benar terputus.

Mengapa Orang Melakukan Ghosting?

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang melakukan ghosting. Penelitian menunjukkan bahwa kepribadian tertentu mungkin lebih cenderung melakukan hal ini. Misalnya, individu dengan ciri-ciri dark triad—psikopati (kurang empati), narsisme (merasa superior), dan Machiavellianisme (manipulatif)—lebih mungkin melakukan ghosting. Mereka mungkin kurang memiliki kemampuan untuk menangani konflik atau komunikasi yang jujur, sehingga memilih jalan mudah untuk menghilang.

Ketakutan akan komitmen juga bisa menjadi penyebabnya. Ketika hubungan mulai terasa serius, mereka mungkin merasa takut dan memilih untuk menghilang. Beberapa orang memiliki kecenderungan untuk menghindari konfrontasi dan situasi yang tidak nyaman, sehingga ghosting menjadi mekanisme coping mereka. Pada kasus tertentu, ghosting bisa menjadi tanda isolasi diri yang dialami oleh individu yang berjuang dengan masalah kesehatan mental atau adiksi seperti depresi atau kecenderungan bunuh diri.

Dampak Ghosting Bagi yang Ditinggalkan

Ghosting berdampak negatif bagi yang ditinggalkan. Perasaan ditolak dan tidak diinginkan sangat mungkin muncul. Kebingungan melanda karena tidak ada penjelasan, hanya ketidakpastian tentang apa yang terjadi. Rasa sakit hati yang mendalam pun tak terhindarkan. Yang paling menyakitkan, ghosting bisa menurunkan harga diri, membuatmu merasa tidak berharga dan tidak layak dicintai.

Perlu diingat, ghosting adalah perilaku yang tidak sehat dan tidak etis. Komunikasi yang terbuka dan jujur, meskipun sulit, selalu merupakan cara yang lebih baik untuk mengakhiri suatu hubungan. Jangan pernah ragu untuk mencari dukungan dari teman, keluarga, atau terapis jika kamu mengalami ghosting. Kamu pantas mendapatkan penjelasan dan perlakuan yang lebih baik.

Tips Menghadapi Ghosting

  • Jangan menyalahkan diri sendiri: Ghosting bukan kesalahanmu. Orang yang melakukan ghosting memiliki masalah dalam berkomunikasi dan menghadapi konflik.
  • Cari dukungan: Bicarakan perasaanmu dengan orang-orang terdekat yang kamu percaya.
  • Fokus pada diri sendiri: Gunakan waktu ini untuk merawat diri sendiri dan melakukan hal-hal yang membuatmu bahagia.
  • Jangan menghubungi lagi: Menghubungi mereka hanya akan memperpanjang penderitaanmu.
  • Terima kenyataan: Menerima bahwa hubungan telah berakhir adalah langkah penting untuk move on.

Ingat, kamu berharga dan pantas mendapatkan hubungan yang sehat dan saling menghormati. Jangan biarkan ghosting menghancurkan kepercayaan dirimu. Kedepankan dirimu dan carilah orang-orang yang menghargai kehadiranmu.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Adinda Tri Wardhani

    Author

    Adinda Tri Wardhani
Read Entire Article
Relationship |