JK Sebut Perjanjian Dagang RI-AS Jadi Alasan Prabowo Tak Banyak Bicara soal Iran: Presiden Sudah Terikat

10 hours ago 2
Jusuf Kalla

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) mengungkap alasan. Mengapa Presiden Prabowo Subianto tak berbicara banyak terkait Iran.

Itu diungkapkan JK dalam wawancaranya bersama jurnalis senior, Uni Lubis. Ditayangkan dalam YouTube IDN Times.

Mulanya, JK bercerita terkait dirinya yang diundang oleh Prabowo di Istana Kepresiden Jakarta pada Selasa (3/3/2026) malam. Bersama dengan mantan presiden, mantan wapres, dan mantan menteri luar negeri.

Di pertemuan itu, JK menyebut memang disinggung terkait situasi Iran. Namun Prabowo tak berbicara banyak.

JK berspekulasi, itu karena Prabowo telah menyepakati kesepakatan dagang antara Republik Indonesia (RI)-Amerika Serikat (AS).

“Indonesia, presiden sudah terikat dengan perjanjian Amerika, terlalu eh memberikan hak ke Amerika terlalu banyak,” kata JK.

Perjanjian tersebut, menurutnya mengikat Prabowo. Sehingga Prabowo juga tak berkomentar banyak di publik terkait hal itu.

“Sehingga itu mengikat, hingga beliau Tidak banyak memberikan komentar terkait Iran,” terangnya,

Pada intinya, JK menyebut perjanjian itu membuat Indonesia tidak bisa berseberangan dengan AS.

“Karena dalam perjanjian itu Indonesia harus ikut kebijakan Amerika. Tidak bisa bertentangan dengan Amerika,” pungkasnya.

Kesepakatan Dagang RI-AS

Kesepakatan dimakud, yakni kesepakatan dagang tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART). Dalam perjanjian bertajuk Toward a New Golden Age for the U.S.–Indonesia Alliance disepakati bahwa tarif resiprokal Indonesia ditetapkan sebesar 19 persen untuk sejumlah produk.

Read Entire Article
Relationship |