Isyana Sarasvati Eksplorasi Symphonic Metal dan Hadapi Tuduhan Okultisme di Album EKLEKTIKO

10 hours ago 1
Isyana dan album kelimanya. (Tangkapan layar)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Isyana Sarasvati kembali mengejutkan publik dengan karya terbarunya, album kelima berjudul EKLEKTIKO, yang memicu kontroversi di kalangan pengguna Threads. Lagu "Babel" dari album ini menjadi sorotan utama karena dianggap menampilkan simbol-simbol yang menyeramkan dan berbau satanisme.

Transformasi Musik Isyana Sarasvati dari Pop ke Symphonic Metal

Isyana yang dikenal luas sebagai diva pop dengan hits seperti "Tetap Dalam Jiwa" dan duetnya bersama Raisa di "Anganku Anganmu" kini mengambil langkah berani meninggalkan zona nyaman musik pop. Ia memiliki latar belakang akademik yang kuat dengan gelar sarjana musik dari Nanyang Academy of Fine Arts bekerja sama dengan The Royal College of Music (RCM) London. Sejak kecil, Isyana juga tekun belajar vokal dengan spesialisasi musik klasik dan opera.

Kendati demikian, Isyana merasa bahwa musik pop standar tidak mampu mengakomodasi eksplorasi musikalnya yang lebih luas. Katanya, "Satu-satunya genre yang bisa masuk untuk mengakomodir itu semua adalah genre Symphonic Metal." Genre ini menggabungkan musik heavy metal dengan vokal klasik dan aransemen orkestra megah, serta elemen goth musik yang kelam.

Perjalanan dan Kolaborasi di Dunia Metal

Dengan genre Symphonic Metal, Isyana mampu memasukkan komposisi rumit, perpindahan tempo cepat, dan vokal operatik yang tidak mungkin masuk dalam lagu pop biasa. Album Lexicon (2019) menjadi tonggak perubahan karakter musiknya, meninggalkan struktur lagu pop repetitif dan menggantinya dengan komposisi klasik megah yang dipadukan dengan sentuhan rock/metal progresif.

Isyana juga memperluas jaringan di dunia musik metal dengan berkolaborasi bersama beberapa musisi ternama. Kolaborasi paling mencuri perhatian adalah bersama Deadsquad, band death metal Indonesia, dalam versi metal lagu "Il Sogno".

Read Entire Article
Relationship |