7 Sikap yang Membuatmu Mudah Terjebak Situationship

1 month ago 46

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, pernahkah kamu merasa berada dalam hubungan yang tidak jelas arahnya, seakan terjebak dalam labirin tanpa pintu keluar? Situationship adalah hubungan tanpa definisi yang pasti—bukan sekadar teman, tapi juga bukan pasangan resmi.

Seakan berjalan di atas es tipis, di satu sisi kamu merasa diperhatikan, namun di sisi lain kamu tak punya jaminan apa pun. Ini bukan hanya tentang seseorang yang enggan berkomitmen, tapi juga tentang bagaimana sikap kita sendiri yang tanpa sadar membuka pintu bagi hubungan seperti ini.

Kali ini, kita akan membahas tujuh sikap yang bisa membuatmu terus-menerus terjebak dalam situationship. Bacalah dengan hati terbuka, Sahabat Fimela, karena memahami diri sendiri adalah langkah awal menuju hubungan yang lebih sehat.

1. Mengutamakan Perasaan Daripada Logika

Sahabat Fimela, jatuh cinta memang sering kali membuat kita terbuai. Namun, ketika perasaan mengambil alih segalanya, kita cenderung mengabaikan kenyataan yang ada di depan mata. Kamu mungkin sudah tahu bahwa dia tidak pernah memberikan kepastian, tapi karena hatimu berbunga-bunga setiap kali dia mengirim pesan manis, kamu memilih bertahan.

Ketika logika dikalahkan oleh perasaan, kita mudah sekali memaklumi tindakan yang seharusnya jadi tanda bahaya. Misalnya, dia hanya hadir ketika butuh teman bicara, tapi menghilang saat kamu membutuhkannya. Atau, dia selalu berkata sayang, tapi tak pernah benar-benar mengenalkanmu pada dunia nyatanya. Jika terus membiarkan perasaan mendominasi, situationship bisa menjadi jebakan yang sulit dilepaskan.

Sahabat Fimela, cinta yang sehat tidak hanya soal perasaan, tetapi juga tentang kejelasan dan keseimbangan. Beranilah menggunakan logika untuk menilai apakah hubungan ini benar-benar layak diperjuangkan atau hanya memberikan kebahagiaan semu.

2. Menghindari Percakapan Serius

Beberapa orang enggan membahas komitmen karena takut kehilangan hubungan yang sudah ada. Jika kamu terus-menerus menghindari percakapan serius tentang arah hubunganmu, maka kamu sedang menyiapkan diri untuk bertahan dalam situationship tanpa akhir.

Mengabaikan percakapan serius bisa membuatmu bertahan dalam ketidakpastian. Kamu membiarkan waktu berlalu dengan harapan suatu hari dia akan mengubah sikapnya, tanpa pernah tahu apakah harapan itu nyata atau hanya ilusi. Padahal, semakin lama kamu menunda diskusi ini, semakin sulit juga untuk keluar dari hubungan yang tidak memiliki kejelasan.

Sahabat Fimela, hubungan yang sehat membutuhkan komunikasi terbuka. Jangan takut mengutarakan apa yang kamu inginkan. Jika seseorang benar-benar peduli, dia tidak akan keberatan mendiskusikan masa depan bersamamu.

3. Terlalu Mudah Berkompromi

Berkompromi dalam hubungan itu penting, tapi jika kamu terlalu sering mengalah demi mempertahankan seseorang, itu bisa menjadi masalah. Misalnya, dia selalu membuat aturan dalam hubungan, sementara kamu hanya menurutinya tanpa keberanian untuk menegaskan apa yang kamu inginkan.

Sikap ini bisa membuatmu terus berada dalam hubungan tanpa kejelasan, karena pasanganmu tahu bahwa kamu akan selalu menerima apa pun yang dia berikan. Dia bisa menikmati kebersamaan denganmu tanpa harus memberikan kepastian, sementara kamu terus menunggu tanpa tahu kapan akhirnya.

Sahabat Fimela, jangan sampai kebiasaan berkompromi ini membuatmu kehilangan harga diri. Hubungan yang sehat adalah hubungan yang seimbang, di mana kedua belah pihak memiliki hak untuk mengutarakan keinginannya.

4. Berharap Dia Akan Berubah

Salah satu jebakan terbesar dalam situationship adalah keyakinan bahwa dia pada akhirnya akan berubah. Kamu berpikir bahwa seiring berjalannya waktu, dia akan menyadari bahwa kamu adalah orang yang tepat dan akhirnya memutuskan untuk berkomitmen.

Namun, kenyataannya, perubahan seseorang tidak terjadi karena kamu menunggunya. Jika dia tidak menunjukkan tanda-tanda ingin memiliki hubungan yang lebih serius, kemungkinan besar itu memang bukan prioritasnya. Kamu hanya akan terus berharap tanpa kepastian, sementara dia merasa nyaman dengan hubungan yang serba abu-abu ini.

Sahabat Fimela, jangan biarkan harapan kosong membuatmu terjebak dalam hubungan tanpa masa depan. Jika seseorang tidak melihat nilaimu sejak awal, mungkin dia memang bukan orang yang tepat untukmu.

5. Merasa Takut Kesepian

Takut kesepian sering kali membuat seseorang bertahan dalam situationship. Kamu mungkin sadar bahwa hubungan ini tidak memberimu kejelasan, tapi kamu memilih tetap tinggal karena lebih baik bersama seseorang daripada sendiri.

Padahal, bertahan dalam hubungan yang salah justru lebih menyakitkan daripada kesepian itu sendiri. Kamu bisa merasa semakin tidak dihargai dan kehilangan kepercayaan diri. Sebuah hubungan seharusnya memberikan rasa aman, bukan membuatmu selalu bertanya-tanya tentang posisi dan perasaanmu di dalamnya.

Sahabat Fimela, beranilah menghadapi kesendirian. Dari situ, kamu bisa lebih mengenal dirimu sendiri dan menemukan kebahagiaan yang tidak bergantung pada orang lain.

6. Mengabaikan Red Flags

Red flags atau tanda bahaya dalam hubungan sering kali muncul sejak awal, tapi banyak orang memilih mengabaikannya. Misalnya, dia tidak pernah membicarakan masa depan, menghindari topik komitmen, atau hanya menghubungimu ketika sedang bosan.

Jika kamu terus mengabaikan tanda-tanda ini, kamu akan semakin terjerumus dalam hubungan yang tidak sehat. Situationship tidak akan berubah menjadi hubungan serius hanya karena kamu bertahan lebih lama. Sebaliknya, semakin lama kamu bertahan, semakin sulit untuk melepaskan diri.

Sahabat Fimela, jangan abaikan red flags hanya karena kamu ingin percaya bahwa hubungan ini akan berhasil. Perhatikan tanda-tanda yang ada dan buat keputusan yang terbaik untuk dirimu sendiri.

7. Tidak Menyadari Nilai Dirimu

Sahabat Fimela, sering kali, alasan utama seseorang bertahan dalam situationship adalah karena mereka tidak menyadari nilai diri mereka sendiri. Kamu mungkin berpikir bahwa kamu harus menerima apa pun yang diberikan oleh pasanganmu, meskipun itu jauh dari apa yang kamu harapkan.

Jika kamu menghargai dirimu sendiri, kamu tidak akan membiarkan dirimu terjebak dalam hubungan yang tidak jelas. Kamu akan berani berkata tidak untuk sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan dan standar yang kamu tetapkan.

Percayalah, Sahabat Fimela, kamu pantas mendapatkan hubungan yang jelas dan penuh komitmen. Jangan biarkan siapa pun membuatmu merasa bahwa kamu harus menerima lebih sedikit dari yang kamu layak dapatkan.

PenutupSahabat Fimela, situationship mungkin terasa nyaman untuk sementara waktu, tapi pada akhirnya, hubungan seperti ini hanya akan membawa ketidakpastian dan kekecewaan. Jika kamu melihat dirimu memiliki salah satu sikap di atas, ini saatnya untuk berbenah dan mengambil langkah yang lebih tegas dalam membangun hubungan yang lebih sehat.

Jangan takut untuk meminta kepastian, jangan takut untuk melepaskan, dan yang paling penting, jangan pernah meragukan nilai dirimu sendiri. Kamu layak mendapatkan cinta yang nyata, bukan sekadar bayangannya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Endah Wijayanti
Read Entire Article
Relationship |