2 Kapal RI Terjebak di Selat Hormuz, Susno Duadji Pertanyakan Langkah Diplomasi Pemerintah: Ucapan Duka ke Ali Khamenei Saja Tidak

8 hours ago 2
Ilustrasi Kapal Tangker Pertamina -- Dok. Pertamina International Shipping

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji, melontarkan kritik terhadap langkah pemerintah yang memilih jalur diplomasi setelah dua kapal tanker milik Pertamina tertahan di Selat Hormuz.

Dikatakan Susno, pemerintah perlu menjelaskan secara jelas kepada publik pihak mana yang sebenarnya menjadi tujuan diplomasi tersebut.

"Dua Kapal RI terjebak di Selat Hormuz , RI tempuh jalur diplomasi, mau diplomasi dengan siapa?," ujar Susno dikutip fajar.co.id, Jumat (6/3/2026).

Sikap Indonesia di Tengah Konflik

Susno menuturkan, sikap pemerintah Indonesia dalam merespons konflik yang memicu situasi di Selat Hormuz terlihat tidak tegas.

Ia menyinggung bahwa Indonesia tidak secara terbuka mengecam Amerika Serikat maupun Israel terkait eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Selain itu, ia juga menyoroti tidak adanya pernyataan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

"Mengutuk Israel dan AS tidak, ucapan duka cita atas wafatnya Ali Khamenei juga tidak," tandasnya.

Pemerintah Pilih Jalur Diplomasi

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia tengah berupaya mengamankan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di kawasan Selat Hormuz di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah saat ini menempuh jalur negosiasi sambil memastikan posisi kapal berada di lokasi yang lebih aman.

“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,” ujar Bahlil, kemarin.

Read Entire Article
Relationship |