Wacana Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Arifki Chaniago Singgung Penguatan Narasi Oposisi

3 hours ago 1
Presiden Prabowo Subianto

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai wacana perombakan kabinet pada era pemerintahan Prabowo Subianto sejatinya bukan isu yang muncul secara tiba-tiba.

Menurut Arifki, pembahasan mengenai reshuffle sudah berkembang sebelumnya, namun kini menemukan momentum yang lebih kuat seiring berbagai tekanan yang terjadi, baik dari faktor global maupun dinamika domestik.

“Isu reshuffle ini sebenarnya bukan hal baru, hanya saja sekarang momentumnya terasa lebih kuat,” ujarnya, Rabu (8/4).

Ia menjelaskan, tekanan energi global akibat konflik di kawasan Timur Tengah, ditambah menguatnya narasi oposisi di ruang publik, turut mendorong kembali mencuatnya isu tersebut.

“Momentum itu menguat karena bertemu dengan tekanan energi global dan meningkatnya dinamika oposisi,” kata dia.

Arifki menambahkan, kondisi global yang berdampak pada sektor energi dan ekonomi menuntut pemerintah memastikan kesiapan jajaran kabinet. Dalam situasi seperti ini, Presiden dinilai perlu mempertimbangkan sosok menteri yang tidak hanya memiliki latar belakang politik, tetapi juga kompetensi teknis yang mumpuni.

“Dalam kondisi seperti sekarang, Presiden tentu akan lebih selektif. Yang dibutuhkan adalah figur yang benar-benar ahli dan mampu merespons situasi dengan cepat dan tepat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia melihat dinamika oposisi mulai membentuk persepsi publik yang tidak bisa diabaikan, meskipun belum sepenuhnya terlembaga dalam sikap resmi partai politik.

Menurutnya, tekanan dari dalam dan luar negeri kini bertemu dalam satu momentum, sehingga setiap kebijakan pemerintah—termasuk reshuffle—akan mendapat sorotan luas dari masyarakat.

Read Entire Article
Relationship |