Viral Klaim BPJS Macet 9.000 Berkas dan Stok Obat Langka di RSUD Tabanan Bali

8 hours ago 5

FAJAR.CO.ID - Ribuan klaim BPJS yang tersendat dan hilangnya stok obat di RSUD Tabanan Bali menimbulkan krisis serius yang mengancam kelangsungan layanan kesehatan publik.

Kondisi ini dipicu oleh masalah teknis pada implementasi Rekam Medik Elektronik (RME) yang mulai diterapkan sejak Desember lalu.

Masalah Klaim BPJS dan Dampaknya pada Keuangan Rumah Sakit

Direktur rumah sakit, dr. I Gede Sudiarta, menegaskan bahwa sekitar 9.000 berkas klaim BPJS macet akibat kesalahan input data dalam sistem RME.

"Klaim BPJS macet. Sekitar 9.000 berkas klaim tersangkut karena kesalahan input data," jelasnya.

Akibatnya, arus keuangan rumah sakit terganggu karena pembayaran dari BPJS tertunda. Kondisi ini menyebabkan keterlambatan pembayaran kepada vendor, termasuk penyedia obat, sehingga stok obat mulai langka bahkan hilang dari depo rumah sakit.

Hilangnya Stok Obat dan Krisis Operasional Rumah Sakit

Seorang tenaga medis, dr. Ayu, mengungkapkan fakta pahit di lapangan terkait langkanya obat-obatan di rumah sakit.

"Obat-obatan mulai hilang dari depo karena hutang ke vendor tak terbayar," katanya dengan nada kecewa.

Situasi ini bukan hanya masalah teknis, melainkan sudah menyentuh aspek krisis operasional yang mengancam kelangsungan pelayanan pasien di rumah sakit pemerintah.

Kritik Akademisi terhadap Proyek Digitalisasi Kesehatan

Guru Besar Universitas Airlangga, Henri Subiakto, memberikan kritik keras terhadap proyek RME yang dianggap tidak tepat sasaran dan malah memperburuk layanan publik.

"Proyek yang dibanggakan pemerintah pusat ini hanya buang-buang anggaran dan lebih berorientasi pada penggalangan politik menuju 2029," tegasnya.

Henri menambahkan bahwa dampak buruk dari kebijakan ini sudah mulai terasa luas.

Read Entire Article
Relationship |