Update Keracunan Massal Bantul: Korban Tembus 80 Orang, Begini Kondisi Terkini Para Siswa dan Guru

6 hours ago 2
Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul Hermawan Setiaji - Radar Jogja

FAJAR.CO.ID – Kasus dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mengguncang Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Sedikitnya 80 orang yang terdiri dari siswa dan guru di dua sekolah menengah di Kecamatan Jetis dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, hingga diare usai menyantap menu yang disajikan, Selasa (14/4/2026).

Peristiwa ini menimpa warga sekolah di SMPN 3 Jetis dan SMP Muhammadiyah Jetis. Hingga pukul 12.30 WIB, tercatat 77 siswa dan dua guru dari SMPN 3 Jetis menjadi korban, sementara satu korban lainnya berasal dari SMP Muhammadiyah Jetis.

Gejala Muncul 24 Jam Pasca-Konsumsi

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul, Hermawan Setiaji, menjelaskan bahwa para korban diduga mengonsumsi menu MBG pada Senin (13/4). Namun, efek racun tersebut baru bereaksi dan memicu gejala massal pada keesokan harinya.

"Data ini masih bersifat sementara. Para siswa diduga mengalami keracunan dari menu hari Senin, namun gejala klinis baru muncul serentak pada Selasa pagi," ujar Hermawan.

Seluruh korban saat ini mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Jetis 2. Beruntung, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mengonfirmasi bahwa sejauh ini tidak ada korban yang harus menjalani rawat inap.

SPPG Patalan Jadi Sorotan: Uji Lab Menu Ayam Bakar & Sawi

Fokus penyelidikan kini tertuju pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Patalan, vendor yang memasok makanan ke kedua sekolah tersebut. Ironisnya, karena laporan keracunan baru masuk pada Selasa, SPPG Patalan diketahui masih sempat mendistribusikan makanan ke-26 sekolah lainnya di hari yang sama.

Read Entire Article
Relationship |