Tangan kanan Trump terlihat kehitaman saat tanpa makeup. (@anuibi/X).
FAJAR.CO.ID, NEW YORK - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa dalam waktu 10 hingga 15 hari ke depan, keputusan krusial akan diambil apakah melanjutkan jalur diplomasi dengan Iran atau memerintahkan serangan militer. Pernyataan ini disampaikan saat Trump menegaskan bahwa masa depan kebijakan AS terhadap Iran berada di persimpangan, dengan kemungkinan melangkah lebih jauh atau mencapai kesepakatan.
"Sekarang kita mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak," katanya dalam pertemuan di Washington. "Mungkin kita akan membuat kesepakatan dengan Iran." Trump kembali menegaskan jangka waktu tersebut saat berbicara kepada wartawan di atas Air Force One dalam perjalanan ke Georgia.
Evaluasi Diplomasi dan Opsi Militer
Dalam pertemuan dengan para penasihat senior, Trump meninjau status pembicaraan nuklir yang berlangsung di Jenewa awal pekan ini. Presiden menilai pembicaraan berjalan baik, namun menekankan bahwa Iran harus mencapai kesepakatan yang berarti, jika tidak, konsekuensi buruk akan terjadi.
Seorang pejabat AS menyebutkan bahwa Washington mengharapkan Teheran memberikan langkah-langkah konkret untuk mengatasi kekhawatiran nuklir pada akhir bulan ini. Sementara itu, pejabat AS dan Israel memperkirakan bahwa operasi militer terhadap Iran, jika terjadi, akan berupa kampanye besar yang dapat berlangsung selama beberapa minggu dan mungkin dimulai dalam beberapa hari jika diplomasi gagal.
Pengerahan Militer dan Faktor Waktu Serangan
Pengiriman kapal induk USS Gerald R. Ford beserta aset angkatan laut pelengkap ke Mediterania Timur menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi waktu serangan potensial. Namun, Inggris menolak permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militernya dalam operasi terhadap Iran dengan alasan masalah hukum.
Respons Iran dan Peringatan Konsekuensi Regional
Sementara itu, Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa pernyataan Trump menunjukkan risiko nyata agresi militer yang dapat memicu bencana di kawasan. Dalam surat resmi yang diperoleh RIA Novosti, misi tersebut menegaskan bahwa peningkatan aset militer AS dan retorika agresif Washington bukan sekadar sinyal politik.
Surat itu menyatakan, "Pernyataan tersebut menandakan risiko nyata agresi militer, yang konsekuensinya akan menjadi bencana bagi kawasan dan merupakan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional." Iran menegaskan akan merespons secara tegas dan proporsional berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB jika menjadi sasaran agresi.
Lebih lanjut, Teheran memperingatkan bahwa semua pangkalan, fasilitas, dan aset AS di kawasan akan menjadi sasaran sah dalam kerangka respons pertahanan. Misi Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat akan memikul tanggung jawab penuh atas setiap konsekuensi tak terduga akibat eskalasi tersebut. (fajar)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4949345/original/036688600_1726886704-upset-asian-couple-sit-couch-living-room.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454056/original/015229200_1766547906-Depositphotos_782894422_XL.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5328749/original/063853200_1756266193-Depositphotos_557968310_XL.jpg)

