Trump Serius Hentikan Perang Rusia-Ukraina, Analis Geopolitik: Bikin Rugi, Beda Ketika yang Diperangi Dunia Islam yang Lemah

3 days ago 7
Russia's President Vladimir Putin talks to U.S. President Donald Trump during their bilateral meeting at the G20 summit in Hamburg. REUTERS/Carlos Barria

Fajar.co.id, Jakarta -- Analis Geopolitik, Tengku Zulkifli Usman, kembali menyampaikan pandangannya terkait situasi perang Rusia-Ukraina.

Dia mengungkap bahwa saat ini ada upaya yang memang sangat serius dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menghentikan perang di Ukraina.

"Ini bukan karena AS cinta damai, tapi AS paham bahwa Rusia tidak mungkin dikalahkan. Rusia bukan bebek lumpuh. Putin bukan tukang retorika. Trump gak peduli nasib Eropa, bagi dia, yang penting AS gak repot lagi di Ukraina dan banyak habis uang untuk perang. Perang yang gak ada untungnya," ulas Tengku Zulkifli.

Kalau menciptakan perang di dunia Islam, AS banyak untung, minyak, gas, senjata dll. Kalau di Ukraina, senjata dipasok oleh eropa dan NATO, belinya ke AS. Tapi berurusan dengan Rusia tidak semudah berurusan dengan dunia Islam yang lemah. Pertimbangannya bukan sekadar lagi soal uang.

Saat ini, Trump akan mengirim utusan ke Rusia untuk ketemu Putin. Steve Witkoff dan Jared Kushner. Sedangkan Trump sendiri udah ketemu Putin di Alaska dua bulan lalu.

Pertemuan di Alaska tidak membawa hasil apa apa, pulang dari Alaska, Trump mengancam Putin untuk berhenti menyerang Ukraina, tapi dijawab Putin dengan serangan lebih besar dengan senjata lebih mematikan. AS hanya bisa diam. Bagi Putin, Trump is nothing. Ancaman Trump omong kosong yang gak perlu didengar.

Proposal perdamaian di Ukraina saat ini dibuat oleh Rusia dan AS, bodo amat Ukraina dan Eropa gak terima. Toh Kalau Ukraina dan Eropa gak terima, rencana AS dan Rusia masih tetap bisa lanjut kok.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |