Tingkatkan Kualitas Santri, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Pentingnya Ilmu dan Kebiasaan Positif untuk Generasi Emas 2045

5 hours ago 2
Mendikdasmen di pesantren Gombara Muhammadiyah. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’ti, menegaskan urgensi membangun generasi unggul melalui ilmu, karakter, dan kebiasaan positif di hadapan para santri Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara, Makassar, Sabtu, 28 Maret 2026.

"Kita ingin anak-anak Indonesia menjadi generasi emas Indonesia, bukan generasi cemas Indonesia," jelasnya dalam kegiatan silaturahmi dan kajian Subuh yang berlangsung di Masjid Pesantren KH Abdul Jabbar Ashiry tersebut.

Ilmu sebagai Kunci Keberhasilan Hidup

Abdul Mu’ti mengawali tausiyahnya dengan menegaskan bahwa ilmu adalah kunci utama keberhasilan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Ia mengutip ungkapan populer, "Man aradad dunya fa‘alaihi bil ‘ilmi, wa man aradal âkhirah fa‘alaihi bil ‘ilmi, wa man aradahuma fa‘alaihi bil ‘ilmi," yang menegaskan pentingnya ilmu untuk meraih kesuksesan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa umat Islam tidak boleh meninggalkan generasi yang lemah. Mengutip Surat An-Nisa ayat 9, ia menegaskan perlunya upaya serius membentuk generasi yang kuat secara keilmuan, mental, dan spiritual.

7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Peran Santri di 2045

Dalam interaksinya dengan para santri, Abdul Mu’ti mengajak mereka membayangkan peran masing-masing pada 2045, saat Indonesia memasuki usia 100 tahun kemerdekaan. Ia menyebut para santri sebagai calon pemimpin masa depan sekaligus wajah Indonesia di kancah global.

Untuk mendukung hal tersebut, ia memperkenalkan konsep "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" sebagai pedoman hidup. Salah satu kebiasaan yang ditekankan adalah bangun pagi, terutama pada waktu sahur, yang dianggap waktu paling efektif untuk meningkatkan kualitas diri.

Read Entire Article
Relationship |