Rizal Fadillah Sebut BoP sebagai Peace Palsu, Tantang Prabowo Bersikap Ksatria

2 days ago 9
Board of Peace. (INT)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Dalam beberapa waktu terakhir, desakan agar Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) terus bergulir dari berbagai kalangan.

Pemerhati Politik dan Kebangsaan, M Rizal Fadillah, menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto perlu bersikap kesatria menanggapi kritik dan tekanan publik terkait kebijakan tersebut.

Dikatakan Rizal, suara yang meminta Indonesia keluar dari BoP sudah cukup banyak dan datang dari berbagai elemen masyarakat.

Nilai Keikutsertaan Indonesia sebagai Pengkhianatan Konstitusi

Rizal Fadillah menegaskan, kebersamaan Indonesia dengan Amerika Serikat dan Israel dalam kerangka BoP merupakan langkah yang keliru.

"Rasanya sudah cukup suara yang mendesak Prabowo untuk segera membawa Indonesia keluar dari BoP," ujar Rizal kepada fajar.co.id, Minggu (8/3/2026).

Ia bahkan menyebut kerja sama dengan kedua negara tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap amanat konstitusi sekaligus nilai kemanusiaan.

"Kebersamaan dengan Amerika dan Israel adalah pengkhianatan konstitusi sekaligus pengkhianatan kemanusiaan karena keduanya adalah negara penjajah," tukasnya.

Soroti Konflik Gaza

Rizal juga menyinggung kondisi di Gaza yang hingga kini masih dilanda konflik. Ia menyebut wilayah tersebut menjadi bukti nyata tindakan Israel terhadap Palestina.

"Gaza merupakan bukti dari kezaliman Israel. Perlawanan Hamas melawan Israel di Gaza masih belangsung. Pembantaian dan genosida juga berlanjut," sebutnya.

Kata Rizal, di tengah situasi tersebut Amerika Serikat justru membentuk lembaga perdamaian bernama Board of Peace.

"Di tengah pemboman dan pembataian Israel itu Amerika membentuk badan perdamaian yang bernama Board of Peace (BoP) di luar inisiatif PBB bahkan dituding tandingan," imbuhnya.

Read Entire Article
Relationship |