Resahkan Pengguna Jalan, Pelaku Perang Senjata Mainan Bisa Playing Victim Tanpa Aturan

2 days ago 11
Perang menggunakan senjata mainan membuat masyarakat resah di Kota Makassar.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Fenomena remaja yang bermain perang-perangan menggunakan senjata mainan di Kota Makassar terus meresahkan masyarakat.

Aksi yang kerap terjadi di jalanan ini dinilai tidak sekadar permainan biasa, melainkan sudah mengganggu ketertiban masyarakat bahkan membahayakan keselamatan warga.

Seperti baru-baru ini, sekelompok remaja dan pemuda terlihat kembali melakukan aksi tembak-tembakan menggunakan senjata mainan di Jalan Andi Djemma, Kecamatan Rappocini, Makassar.

Aktivitas tersebut membuat warga sekitar resah karena dilakukan di tengah jalan.

Tidak hanya menimbulkan kegaduhan, permainan itu juga telah menyebabkan korban. Sejumlah warga disebut mengalami luka akibat terkena peluru jeli maupun butiran plastik, bahkan ada yang mengenai bagian kepala hingga mata.

Polisi Dorong Perwali untuk Penindakan

Menyikapi kondisi tersebut, pihak kepolisian menilai diperlukan regulasi yang lebih tegas agar penanganan terhadap pelaku bisa dilakukan secara maksimal.

Salah satu opsi yang didorong adalah penerbitan peraturan wali kota (perwali).

Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, mengatakan regulasi tersebut diharapkan menjadi dasar hukum untuk menindak kelompok yang melakukan perang senjata mainan di ruang publik.

"Menunggu perwako (perwali) untuk membubarkan mereka," ujar Arya kepada fajar.co.id, Minggu (8/3/2026).

Ia mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin terkait rencana penerbitan aturan tersebut.

Perwali dianggap lebih cepat diterbitkan dibandingkan peraturan daerah.

Read Entire Article
Relationship |