Pujian Trump ke Prabowo, Bahasa Diplomasi Biasa atau Pengakuan Istimewa?

3 days ago 2

FAJAR.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pujian terbuka kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam forum Board of Peace (BoP) di Washington D.C., Kamis (19/2/2026). Trump menyebut Prabowo sebagai sosok yang "benar-benar tangguh" dan mengaku tidak ingin berhadapan dengannya. Namun, pegiat media sosial Herwin Sudikta menilai pujian tersebut hanyalah bagian dari bahasa diplomasi yang biasa digunakan dalam hubungan antarnegara dan tidak perlu ditanggapi berlebihan.

Pujian Trump Sebagai Instrumen Diplomasi

Herwin menegaskan bahwa pujian semacam itu merupakan kalimat standar diplomasi yang tidak selalu bermakna khusus. "Gimana gak langsung meleleh Prabowo dipuji seperti itu sama Trump?" katanya melalui cuitan di X pada 20 Februari 2026.

"Padahal ini cuma kalimat standar diplomasi. Levelnya itu kayak 'You look great' di acara nikahan. Semua orang juga dibilang begitu," bebernya.

Lebih lanjut, Herwin menjelaskan bahwa dalam konteks geopolitik, pujian kerap menjadi alat untuk kepentingan strategis, bukan ekspresi ketulusan. "Padahal dalam geopolitik, pujian itu alat. Bukan pelukan tulus penuh cinta," katanya.

Herwin menambahkan, Amerika Serikat biasanya memberikan apresiasi apabila ada kepentingan yang sejalan dengan mereka. "AS itu memuji kalau ada kepentingan," terangnya.

Indonesia Kirim Pasukan ke Gaza dan Implikasinya

Herwin juga mengomentari langkah Indonesia mengirim pasukan ke Gaza. Ia menyebut bahwa Washington tentu akan menyambut positif jika langkah tersebut sejalan dengan kepentingan Amerika Serikat. "Indonesia kirim pasukan ke Gaza? Tentu Washington senang kalau framing-nya inline sama kepentingan mereka," jelasnya.

Ia pun mengingatkan agar diplomasi tidak dipahami sebagai ajang mencari validasi atau pengakuan dari negara lain. "Diplomasi itu bukan ajang cari validasi. Kalau setiap dipuji langsung meleleh, itu bukan strong leader," tegas Herwin.

Herwin bahkan menyindir bahwa jika Prabowo sampai meleleh dengan pujian Trump, maka ia baru sekelas ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). "Itu anak OSIS yang bangga dipanggil ke ruang kepala sekolah," pungkasnya.

Peran Indonesia di Forum Internasional dan Sikap Pemerintah

Di sisi lain, kehadiran Presiden Prabowo dalam pertemuan perdana Board of Peace bukan sekadar agenda diplomatik biasa. Indonesia masuk dalam forum strategis yang membahas arah rekonstruksi Gaza pascakonflik.

Pemerintah menegaskan bahwa partisipasi Indonesia di forum tersebut merupakan langkah nyata untuk memengaruhi kebijakan perdamaian, khususnya terkait Palestina. Dari Washington, Indonesia mengirim pesan tegas bahwa dukungan tidak hanya sebatas suara, tetapi juga peran aktif dalam penentuan kebijakan.

Sikap Indonesia tetap konsisten menekankan bahwa rekonstruksi Gaza harus fokus pada pemulihan masyarakat sipil, pembangunan kembali institusi, serta penghormatan terhadap hak-hak rakyat Palestina. Prinsip solusi dua negara kembali ditegaskan sebagai jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

(Muhsin/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |