Pesawat Smart Air Ditembaki, Pilot Tewas, Komisi I DPR Soroti Sistem Keamanan Bandara di Papua

3 days ago 2
Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal atau Deng Ical

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal atau Deng Ical mengkritik keras adanya kelemahan sistem deteksi dan pengamanan dini di obyek vital bandara.

Hal ini berkaitan dengan peristiwa pesawat nahas PK-SNR rute Tanah Merah-Danowage/Koroway Batu milik PT Smart Air Aviation ditembaki oleh orang tak dikenal (OTK), Rabu (11/2) sekitar pukul 10.38 WIT di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Pilot dan co-pilot Smart Air menjadi korban dalam insiden yang menyasar penerbangan sipil. Padahal pesawat perintis menghubungkan wilayah terpencil Papua.

“Itu menjadi perhatian utama kita, salah satu yang menjadi perhatian utama kita termasuk mengungkapkan kelemahan pengamanan,” kata Deng Ical di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Legislator Fraksi PKB asal Sulawesi Selatan itu mengingatkan bahwa bandara merupakan obyek vital yang menopang hampir seluruh aktivitas masyarakat.

Menurutnya, ketergantungan terhadap transportasi udara sangat tinggi, sehingga gangguan keamanan dapat berdampak luas.

“Bandara itu adalah sarana yang sangat vital. Kalau tidak ada rasa aman, orang bisa membatalkan kunjungannya, orang bisa membatalkan event-nya, dan yang paling utama tidak memberikan keyakinan kepada masyarakat kita, masyarakat Indonesia di Papua,” jelas dia.

Mantan wakil wali kota Makassar itu menilai perlu adanya prosedur tetap atau Standar Operasional Prosedur (SOP) baru yang lebih spesifik untuk penerbangan dan pengamanan bandara di Papua.

“Kalau karena itu memang penting untuk memastikan ada prosedur tetap atau ada SOP baru khusus untuk ke Papua dan pengamanan bandaranya,” jelasnya.

Ia mendesak agar sinergi antara aparat keamanan juga harus diperkuat agar seluruh bandara di Papua memiliki standar keamanan yang lebih tinggi dan seragam.

Baginya, langkah ini diharapkan mampu menjamin keselamatan awak dan penumpang, sekaligus menjaga stabilitas dan kepercayaan publik terhadap layanan transportasi udara di wilayah tersebut.

“Terutama pengamanan lah, termasuk bergerak bersama dengan kepolisian hingga nanti semua bandara itu memiliki standar khusus pengamanan lah intinya,“ pungkasnya.

Pesawat tersebut diketahui membawa 13 penumpang sipil. Pilot dan kopilot tewas dalam kejadian tersebut, sementara seluruh penumpang dinyatakan selamat.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa keselamatan warga sipil menjadi prioritas utama.

Ia juga memastikan kehadiran aparat tak hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga memberi rasa aman bagi masyarakat di wilayah terpencil yang bergantung pada transportasi udara.

Sementara itu, Waka Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Adarma Sinaga menyampaikan, pengamanan jalur penerbangan sipil di pedalaman akan diperketat. Peristiwa ini menjadi pengingat betapa vital dan rentannya transportasi udara di wilayah pedalaman Papua. (Pram/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Relationship |