Pedas! Ahmad Khozinudin Sebut Prabowo Tiru Politik Jokowi: Tak Mau Mendengar Aspirasi Rakyat

10 hours ago 4

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Serangkaian undangan Presiden Prabowo Subianto kepada aktivis, ulama, hingga tokoh publik dianggap tidak lebih dari forum simbolik.

Alih-alih menjadi ruang menyerap aspirasi, pertemuan tersebut dicap hanya berujung pada pencitraan tanpa tindak lanjut yang jelas.

Pengacara sekaligus sastrawan politik, Ahmad Khozinudin, bahkan secara terbuka menyarankan agar tokoh masyarakat tidak lagi memenuhi undangan Presiden.

“Sebaiknya, kedepan jangan ada yang datang diundang Prabowo, dia cuma mau pencitraan,” ujar Ahmad kepada fajar.co.id, Selasa (24/3/2026).

Sindir Pengakuan Prabowo

Ahmad menyinggung pengakuan Prabowo Subianto yang menyebut Presiden ke-7, Jokowi, sebagai guru politiknya.

“Prabowo Subianto, mengaku Jokowi adalah guru politiknya. Dalam konteks pengakuan ini, nampaknya Prabowo tidak omon-omon,” sebutnya.

Ia menuturkan, Prabowo benar-benar meneladani karakter politik Jokowi dalam menjalankan kekuasaan.

Bahkan, ia menyebut pola politik yang ditiru tersebut berupa kebohongan, ingkar janji, dan pengkhianatan terhadap komitmen publik.

“Prabowo, benar-benar Ittiba’ (meneladani) karakter politik Jokowi. Ilmu politik Jokowi yang diamalkan Presiden Prabowo Subianto dalam memimpin Negara, yang secara konsisten dilakukan adalah bohong, ingkar, dan khianat,” tukasnya.

Ia juga menyebut pola tersebut sebagai ciri kemunafikan dalam perspektif ajaran agama.

“Ilmu politik Jokowi, berupa bohong, ingkar, dan khianat terlihat konsisten dipraktikkan oleh Prabowo. Ilmu politik ini, menurut ajaran Nabi Muhammad SAW adalah ciri-ciri atau tanda orang munafik,” tambahnya.

Read Entire Article
Relationship |