Menteri Agama, Nasaruddin Umar (foto: dok Kemenag)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama, Nasaruddin Umar, angkat bicara terkait sorotan publik atas kehadirannya dalam peresmian Gedung Balai Sarkiah di Takalar, Minggu (15/2/2026) lalu.
Dugaan Gratifikasi
Seperti diketahui, kehadirannya menggunakan jet pribadi sempat memunculkan dugaan gratifikasi.
Menanggapi hal itu, Nasaruddin menegaskan bahwa kehadirannya semata-mata karena memenuhi undangan keluarga, bukan dalam kapasitas hubungan resmi kedinasan.
Hal ini ditegaskan Nasaruddin saat ditemui awak media di Masjid Istiqlal, Jakarta, kemarin.
“Saya enggak tahu. Saya diundang untuk meresmikan madrasahnya. Tiba-tiba, masa saya tidak datang,” ujar Nasaruddin dikutip fajar.co.id, Jumat (20/2/2026).
Menag Tegaskan Bukan Gratifikasi
Saat kembali ditanya apakah fasilitas yang diterimanya bisa dikategorikan sebagai gratifikasi, Nasaruddin membantah anggapan tersebut.
“Enggak tahu. Terserah. Saya diundang meresmikan masa (tidak datang), apanya gratifikasi? Dia enggak ada hubungan resmi dengan kita,” tegasnya.
Hanya Menerima Undangan Keluarga
Ia menjelaskan, pihak yang mengundangnya masih memiliki hubungan kekerabatan dengannya. Karena itu, menurutnya, undangan tersebut bersifat personal.
“Istrinya itu kan keluarga. Jadi hubungan saya kekeluargaan. Jadi keluarga yang mengundang saya untuk meresmikan pondoknya, ya masa saya enggak datang,” ucap dia.
Nasaruddin juga menyebut keterkaitan keluarganya dengan wilayah Takalar.
“Dia itu orang Takalar. Paman saya juga di sana, di Takalar itu. Jadi keluarga,” imbuhnya.
Terkait persepsi publik yang menilai ada unsur gratifikasi, ia menilai anggapan tersebut tidak tepat jika konteksnya adalah undangan keluarga.
“Iya kalau keluarga sih enggak ada lah,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua KPK, Setyo Budiyanto, berharap klarifikasi dapat segera diberikan oleh Nasaruddin tanpa perlu menunggu pemanggilan resmi dari lembaga antirasuah.
Hal ini diungkapkan Setyo di Gedung Juang KPK, Jakarta, Rabu (18/2/206) kemarin.
“Syukur-syukur kalau kemudian sudah merespons, bisa mempertanggungjawabkan tanpa harus diundang, dan tanpa harus dipanggil,” kata Setyo kepada awak media.
Menag Diminta Segera Beri Penjelasan
Setyo menjelaskan, Menag dapat langsung mendatangi Kedeputian Pencegahan dan Monitoring KPK untuk memberikan penjelasan atas dugaan tersebut.
Nantinya, Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik yang akan menerima dan memproses klarifikasi tersebut.
“Di sana ada Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik yang dapat menyampaikan dan menjelaskan tentang yang sedang berkembang, isu-isu yang sedang berkembang di luar,” jelasnya.
Setelah klarifikasi disampaikan, KPK akan melakukan analisis dan pendalaman lebih lanjut untuk menentukan langkah berikutnya.
“Nanti bisa kami analisa, bisa kami telaah,” tegas Setyo.
Jet Pribadi Digunakan saat ke Takalar
Isu ini mencuat setelah media sosial X pada 16 Februari 2026 diramaikan kabar kunjungan Nasaruddin yang diduga menggunakan jet pribadi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, memberikan penjelasan.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4949345/original/036688600_1726886704-upset-asian-couple-sit-couch-living-room.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454056/original/015229200_1766547906-Depositphotos_782894422_XL.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5328749/original/063853200_1756266193-Depositphotos_557968310_XL.jpg)

