Menlu Iran Ajak Negara-negara Arab untuk Mengusir Tentara dari Timur Tengah

4 hours ago 1
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. (X@DailyIranNews)

FAJAR.CO.ID, TEHERAN -- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi menyoroti kekurangan strategi keamanan AS di Timur Tengah, mengatakan bahwa strategi tersebut gagal menciptakan stabilitas dan malah mendorong ketegangan regional.

Dalam unggahan di akun X-nya pada hari Sabtu, Araqchi mengecam apa yang disebut payung keamanan AS, menyatakan bahwa payung tersebut tidak efektif dan penuh dengan kerentanan. Ia juga menyerukan kepada negara-negara tetangga untuk memprioritaskan persatuan regional dan menyingkirkan agresor asing yang menimbulkan ancaman.

“Payung keamanan AS yang digembar-gemborkan telah terbukti penuh dengan lubang dan malah mengundang masalah daripada mencegahnya. AS sekarang memohon kepada negara lain, bahkan China, untuk membantunya mengamankan Selat Hormuz,” kata menteri luar negeri Iran.

“Iran menyerukan kepada negara-negara tetangga yang bersaudara untuk mengusir agresor asing, terutama karena satu-satunya perhatian mereka adalah Israel,” tambah Araqchi.

Ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah telah meningkat secara dramatis menyusul perang agresi baru-baru ini yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Israel terhadap Iran, yang menyebabkan situasi genting di sekitar koridor maritim vital Selat Hormuz.

Jalur air strategis ini, yang berfungsi sebagai jalur vital untuk sebagian besar pasokan minyak dunia, telah menjadi titik fokus dalam krisis yang meningkat di kawasan tersebut.

Dalam tulisannya di Truth Social pada hari Sabtu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa negara-negara, “terutama yang terkena dampak upaya Iran untuk menutup” Selat Hormuz, akan mengirimkan kapal perang “bersama dengan Amerika Serikat, untuk menjaga Selat tetap terbuka dan aman,” menyebut China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris sebagai negara-negara yang diharapkan akan berkontribusi.

Read Entire Article
Relationship |