MBG dengan Dana Pendidikan Disebut sebagai Strategi Cerdas, Ini Penjelasan DPR

3 hours ago 1

FAJAR.CO.ID - Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa alokasi anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam APBN 2026 bukanlah sebuah kekeliruan, melainkan strategi cerdas yang harus dipahami secara tepat.

Dengan anggaran pendidikan sebesar Rp 769 triliun, sekitar Rp 223,5 triliun dialokasikan untuk MBG yang menargetkan hampir 84 juta penerima manfaat, terutama anak-anak dan siswa sekolah di seluruh Indonesia.

Strategi Alokasi Anggaran yang Terintegrasi

Misbakhun menjelaskan bahwa penganggaran MBG menggunakan pendekatan cross cutting policy, yang berarti anggaran dibagi sesuai dengan fungsi dan penerima manfaatnya demi memperkuat efektivitas program.

"Ini dalam kaitan follow the program yaitu anggaran mengikuti fungsi dan peran programnya karena fungsinya adalah memperkuat gizi anak-anak Indonesia yang sebagian besar mereka adalah anak-anak dalam range umur siswa sekolah," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa mekanisme penganggaran MBG sepenuhnya merupakan strategi kebijakan alokasi anggaran yang menjadi kewenangan pemerintah sebagai pemilik mandat pengoperasian APBN.

"Sebagai strategi alokasi maka pilihan tersebut diambil dan dilakukan. Ini murni wilayah strategi alokasi anggaran yang menjadi kewenangan penuh pemerintah sebagai pemilik mandat mengoperasionalkan APBN," katanya.

Pujian untuk Kebijakan Anggaran Pendidikan

Misbakhun juga mengingatkan agar masyarakat tidak memandang negatif alokasi anggaran MBG yang berasal dari anggaran pendidikan. Sebaliknya, strategi ini harus diapresiasi sebagai langkah cerdas pemerintah.

"Seharusnya strategi anggaran ini justru diberikan pujian sebagai strategi yang cerdas bukan malah dipermasalahkan dan dipolitisasi sebagai miss alokasi anggaran," pungkasnya.

Read Entire Article
Relationship |