Laporan Kehilangan Putri Ditolak Polsek Panakukkang dengan Alasan Siti Sahida Sudah Dewasa, Hamzah Sahari Malah Diminta Sebarkan Foto

2 hours ago 2
Hamzah Sahari (71) saat menceritakan perjuangannya mencari keberadaan anaknya di Makassar (Foto: Muhsin/fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Hamzah Sahari (71), seorang pensiunan guru yang tinggal di Desa Kayubulan, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, jauh-jauh ke Kota Makassar untuk mencari putrinya yang kehilangan kontak.

Sang ayah tersebut harus menempuh perjalanan jauh sekitar 723,75 km ke Kota Makassar demi mencari keberadaan putri sulungnya yang hilang kontak sejak September 2025.

Di usia yang tidak lagi muda, ia bahkan harus datang langsung ke Kota Daeng untuk menelusuri jejak anaknya.

Ironisnya, ketika mencoba melaporkan kehilangan tersebut, laporan yang diajukan disebut belum dapat diproses oleh pihak kepolisian.

Sang putri Siti Sahida Sahari (28). Dia di Makassar bekerja di gerai restoran ternama.

Laporan Kehilangan Belum Diterima Polisi

Pada Senin (9/3/2026) kemarin, Hamzah bersama kenalannya Idham mendatangi Polsek Panakkukang untuk melaporkan kehilangan anaknya.

Hanya saja, ia mengaku laporan tersebut belum diterima oleh pihak kepolisian.

“Laporan saya tidak diterima sama bapak Polisi bernama Pak Asri, dia bilang anak saya sudah dewasa dan bukan orang yang mengalami gangguan mental, jadi belum bisa dibuat laporan. Saya hanya diarahkan untuk mencari informasi dulu, termasuk ketemu bhabinkamtibmas,” kata Hamzah.

Ia hanya diminta membuat selebaran orang hilang untuk disebarkan. "Saya juga disuruh buat selebaran foto dan ditulis orang hilang lalu di tempel atau di sebar luaskan," keluhnya.

Upaya Lain Terus Dilakukan

Mengikuti saran tersebut, Hamzah kemudian mendatangi Bhabinkamtibmas untuk meminta bantuan. Namun aparat tersebut hanya dapat membantu menyebarkan informasi melalui media sosial karena Siti bukan warga di wilayah tersebut.

Read Entire Article
Relationship |